Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

4 Kriteria Motor Listrik Nasional, Salah Satunya Harga Terjangkau

4 Kriteria Motor Listrik Nasional, Salah Satunya Harga Terjangkau
4 Kriteria Motor Listrik Nasional, Salah Satunya Harga Terjangkau

"Komponen utama yaitu powertrain, frame/structure, plastik, dan bodi panel. Kemudian indigenous design. Nah, ini kami sampaikan," jelas Atong.

Komponen utama dan desain dalam negeri jadi syarat inti

Empat komponen yang disebut Atong menjadi kunci arah industri: powertrain, frame/structure, plastik, dan bodi panel. Di luar itu, pemerintah juga meminta adanya indigenous design, alias desain dan rekayasa yang dikembangkan di dalam negeri.

Aspek ini penting karena pemerintah tidak ingin motor listrik nasional tumbuh hanya sebagai produk rakitan lokal dengan teknologi dan rancangan yang sepenuhnya datang dari luar. Bagi industri, syarat itu berarti produsen perlu menanamkan kemampuan desain, teknik, dan manufaktur di Indonesia.

Soal baterai, pemerintah memilih jalur yang nyambung dengan agenda hilirisasi nikel. Molinas diarahkan memakai paket baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) yang diproduksi di dalam negeri. Paket baterai itu juga wajib memenuhi TKDN minimal 40 persen.

"Nah, ini sebagai catatan waktu nanti kita mendorong Molinas itu adalah basisnya adalah benar-benar nikel. Karena juga angka TKDN, kuncinya ada di TKDN-nya. Itu kalau baterainya itu NMC, itu besar," ungkap Atong.

Baterai nikel dan harga terjangkau untuk pasar domestik

Bagian harga jadi penutup dari empat kriteria itu. Pemerintah meminta harga produk Molinas tetap terjangkau agar motor listrik nasional tidak berhenti di atas kertas. Produk ini harus bisa masuk ke pasar domestik, termasuk untuk kebutuhan operasional sektor publik.

"Dan harga terjangkau sesuai daya beli dan kebutuhan pasar domestik," pungkas Atong.

Di titik ini, arah kebijakan pemerintah terlihat cukup tegas. Motor listrik nasional tidak hanya diuji dari sisi kandungan lokal, tapi juga dari seberapa kuat ekosistem industrinya terbentuk, seberapa banyak teknologi yang dikuasai di dalam negeri, dan seberapa realistis harga jualnya untuk konsumen Indonesia.

Buat industri, sinyal ini penting. Pabrikan yang ingin ikut Molinas harus menyiapkan rantai pasok, desain, baterai, dan strategi harga secara bersamaan.

Buat pasar, keputusan itu bisa menentukan apakah motor listrik nasional benar-benar hadir sebagai pilihan yang masuk akal di jalanan, atau hanya jadi proyek industri yang berhenti di ruang rapat. Pemerintah kini sudah memberi patokan.

Tahap berikutnya ada di pabrikan, apakah mereka sanggup mengejar target 2028 itu atau tidak.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 24 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis