Skema swasta disiapkan untuk tekan beban APBD
Untuk pengadaan dan pengoperasian bus listrik, Pemkab Bogor menyiapkan skema kolaborasi dengan pihak swasta. Dengan pola itu, pemerintah daerah berharap kebutuhan anggaran dari APBD bisa ditekan.
Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, mulai dari lahan parkir, stasiun pengisian daya atau charging station, sampai sumber daya manusia. Sementara kebutuhan lain akan dipenuhi melalui kerja sama dengan mitra swasta.
“Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar,” ujar Rudy.
Hingga kini, pemerintah daerah masih mengevaluasi uji coba bus listrik di koridor Bojonggede-Sentul. Hasil evaluasi itu akan dipakai sebagai dasar untuk memperluas layanan, baik dalam bentuk koridor reguler maupun armada khusus wisata. Dari sana, arah pengembangan bus listrik Bogor akan ditentukan lebih jauh.
Antara melaporkan Rudy menyebut beberapa unit akan dikhususkan untuk armada pariwisata, sementara Tempo menulis Pemkab Bogor menyiapkan perluasan layanan hingga Depok dan Puncak. Dua laporan itu sejalan dengan penjelasan resmi yang disampaikan pemerintah daerah pada Senin (24/8).
Ke depan, keputusan soal koridor baru akan sangat bergantung pada hasil evaluasi uji coba, pembahasan teknis dengan Dishub Jawa Barat, dan komunikasi dengan pelaku angkutan yang sudah lebih dulu hadir di lapangan. Dari sana, bus listrik Bogor tidak hanya jadi wacana rute wisata, tetapi juga ujian untuk menata transportasi publik yang tidak saling mematikan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.