Dengan hadirnya F-15EX, TNI AU diperkirakan akan memiliki tiga peran utama untuk jet tempur ini. Pertama, F-15EX akan berfungsi sebagai penjaga langit, menggantikan armada F-5 Tiger yang menua dan menjadi cadangan untuk F-16 dalam patroli perbatasan. Kedua, pesawat ini akan berperan sebagai “arsenal plane” atau gudang rudal. Dalam skenario ini, jet siluman akan bertugas mencari target, sementara F-15EX meluncurkan rudalnya dari jarak aman.
Ketiga, F-15EX akan menjadi penyerang jarak jauh. Dengan jangkauan operasional yang mencapai 3.900 kilometer (dengan tangki eksternal) dan kapasitas muatan senjata yang besar, F-15EX ideal untuk operasi di wilayah strategis seperti Natuna dan area perbatasan lainnya, memberikan daya pukul yang kuat untuk pertahanan nasional.
Harga dan Perbandingan dengan Jet Tempur Lain
Harga per unit F-15EX Eagle II diperkirakan sekitar $87 juta USD atau setara Rp1,3 triliun, belum termasuk biaya senjata dan pelatihan kru. US Air Force sendiri telah memesan 98 unit, dan Indonesia mengontrak 24 unit. Beberapa negara lain seperti Israel dan Qatar juga telah memesan varian F-15IA dan F-15QA.
Perbandingan dengan jet tempur lain menunjukkan keunggulan F-15EX dalam beberapa aspek:
| F-15EX | F-16V Viper | Rafale | |
|---|---|---|---|
| Jumlah Rudal | 22 | 10 | 14 |
| Jangkauan | 3.900 km | 2.200 km | 3.700 km |
| Radar | AESA APG-82 | AESA APG-83 | AESA RBE2 |
| Keunggulan | Bawa banyak, jangkauan jauh | Lincah, murah | Multiperan, canggih |
Boeing F-15EX Eagle II membuktikan bahwa desain platform yang solid dapat tetap relevan melalui modernisasi teknologi mutakhir. Dengan kapasitas senjata, radar canggih, dan umur pakai yang panjang, F-15EX siap menjadi tulang punggung baru TNI AU untuk tiga dekade mendatang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.