Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Thai Queen begins fighter jet training, eyes historic solo flight milestone

Thai Queen begins fighter jet training, eyes historic solo flight milestone
Thai Queen begins fighter jet training, eyes historic solo flight milestone

BANGKOK — Ratu Suthida Thailand, 48 tahun, memulai program pelatihan jet tempur Gripen. Jika menyelesaikan program dan menerbangkan pesawat tanpa bantuan, dia bisa menjadi ratu yang masih menjabat pertama di dunia yang menguasai jet tempur.

Pokok Peristiwa

Instruktur penerbangan dan spesialis aviasi mengawasi setiap tahap pelatihan ratu, menurut laporan outlet berita Thaiger. Pencapaian ini akan menorehkan sejarah unik dalam dunia penerbangan militer modern.

Sebelum naik ke Gripen, Ratu Suthida sudah menjalani pelatihan pada jet trainer canggih L-39 di Sekolah Latihan Terbang Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) di Kamphaeng Saen, Nakhon Pathom. Dia juga menyelesaikan sesi simulasi berganda, termasuk latihan terbaru di fasilitas Angkatan Udara di Don Mueang.

Latar belakang aviasi ratu sudah solid. Dia adalah mantan pramugari Thai Airways yang membangun kredensial pilot selama lebih dari satu dekade. Pada Desember 2010, ratu menyelesaikan Kursus Aviasi Sipil RTAF dan Januari 2011 lulus Kursus Kadet Aviasi Sayap Tetap Angkatan Darat, terbang dengan Cessna T-41 untuk kedua program tersebut.

Konteks

Pada Desember 2012, ratu telah menyelesaikan kursus aviasi canggih di Sekolah Latihan Terbang RTAF, menerbangkan pesawat CT-4E dan PC-9. Pelatihan internasionalnya di Jerman mencakup Lisensi Pilot Pribadi untuk Cessna 172, Mooney M-20, dan Piper PA-34 Seneca.

Ratu kemudian meraih Lisensi Pilot Komersial dengan rating tipe Boeing 737 dan menyelesaikan persyaratan teoritis untuk Lisensi Pilot Transportasi Udara. Otoritas Penerbangan Sipil Thailand memberikan lisensi Pilot Transportasi Udara penuh kepadanya. Dia telah menggunakan lisensi ini sebagai kopilot pada pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-800 kerajaan, menurut The Nation.

Program Gripen saat ini menandai lompatan signifikan dalam perjalanan aviasi ratu, beralih dari pesawat sipil, militer, dan penumpang komersial ke jet tempur berperforma tinggi dan operasional.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Makna dari pencapaian ini bagi Thailand terletak pada demonstrasi keahlian teknis tingkat elite dan komitmen terhadap modernisasi militer.

Bagi dunia, ini adalah simbol langka dari perpaduan kepemimpinan monarki dengan keunggulan aviasi militer modern — sesuatu yang belum pernah dicapai pemimpin negara wanita sebelumnya.

Ratu telah melakukan beberapa kunjungan pribadi ke Wing 7, yang merupakan markas utama Thailand untuk armada jet tempur Gripen 39 C/D. Selama kunjungan ini, dia mempelajari sistem pesawat yang kompleks dan bertemu dengan pilot operasional. Pada Juli, RTAF merayakan ulang tahun ke-15 Gripen 39 C/D dan pesawat peringatan dini airborne Saab 340 yang memasuki layanan di Wing 7.

Jika ratu berhasil menerbangkan Gripen solo, pencapaian itu akan membuka era baru dalam sejarah militer Thailand dan penerbangan perempuan global.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 25 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online