Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

BRK Syariah Ubah Konversi Jadi Gerakan Ekonomi Daerah

BRK Syariah Ubah Konversi Jadi Gerakan Ekonomi Daerah
BRK Syariah Ubah Konversi Jadi Gerakan Ekonomi Daerah. (Ilustrasi: AI)

Empat tahun setelah berubah menjadi bank umum syariah, BRK Syariah menaruh jejak yang lebih lebar dari sekadar pergantian nama. Di Pekanbaru, Selasa, 25 Agustus 2026, bank milik daerah itu menunjukkan transformasi 2022 bukan berhenti di ruang operasional, melainkan merembet ke layanan publik, UMKM, dan program pembangunan daerah.

Perubahan itu penting bagi masyarakat. Soalnya, bank yang dulu dikenal sebagai Bank Riau Kepri kini diposisikan sebagai penggerak ekonomi berbasis syariah, dengan target yang jauh lebih konkret: memperluas akses keuangan, memperkuat usaha kecil, dan membuat layanan perbankan lebih mudah dijangkau.

Empat tahun yang menguji arah transformasi

Konversi BRK menjadi bank umum syariah pada 2022 bukan urusan kosmetik. Manajemen harus membangun model bisnis yang tetap kompetitif, sambil menjaga prinsip syariah menjadi fondasi layanan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Beban tugasnya jelas. Menjaga pertumbuhan, tapi tetap patuh pada rute baru yang dipilih.

Dalam empat tahun itu, BRK Syariah memperluas perannya ke beberapa bidang yang dekat dengan warga. Literasi dan inklusi keuangan ikut digenjot. UMKM masuk radar pembinaan. Produk syariah dikembangkan. Layanan digital ikut didorong. Dan di saat bersamaan, bank ini menopang program pembangunan pemerintah daerah.

Penghargaan yang menempel ke layanan publik

Salah satu capaian yang paling terasa datang dari penghargaan Program Satu Rekening Satu Pelajar. BRK Syariah meraih dua penghargaan dari program itu, yang menunjukkan bank ini ikut masuk ke agenda perluasan akses keuangan sejak usia sekolah. Langkah seperti ini sering kali tak terlihat mencolok, tapi efeknya panjang. Anak-anak belajar menabung, keluarga makin akrab dengan layanan formal.

Di sisi lain, penghargaan itu juga menegaskan posisi BRK Syariah sebagai bank daerah yang tidak mau berhenti pada fungsi simpan-pinjam. Mereka bergerak ke area yang lebih luas, ke kebiasaan finansial warga. Di sana letak perubahan yang paling terasa. Bukan hanya kantor dan sistem yang berubah, melainkan relasi bank dengan masyarakat.

Prinsip syariah jadi fondasi baru

BRK Syariah kini membawa identitas syariah sebagai dasar pelayanan, bukan label tambahan. Dari sanalah arah kebijakan bisnis dibangun, termasuk pada penguatan produk dan perluasan layanan digital. Bagi institusi perbankan daerah, langkah ini menuntut disiplin. Sekaligus memberi ruang baru untuk tumbuh bersama ekosistem ekonomi lokal.

Empat tahun belum lama. Tapi untuk BRK Syariah, periode itu cukup untuk menunjukkan konversi bisa bergerak menjadi gerakan ekonomi yang terasa di tingkat daerah. Perjalanan berikutnya akan menentukan apakah perubahan ini tetap konsisten. Dan bank itu tampaknya sadar betul, ukurannya bukan lagi sekadar neraca. Ukurannya ada pada dampak yang sampai ke warga.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda