Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Cakupan CKG di Provinsi Banten capai 5,9 juta jiwa

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cek kesehatan gratis pada warga di lokasi skrining CKG Banten
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Banten telah menjangkau lebih dari 5,9 juta jiwa, melampaui target RPJMN. (Foto ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

TANGERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Banten telah menjangkau lebih dari 5,9 juta jiwa per 19 Agustus 2026. Pencapaian ini sudah melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan cakupan CKG telah mencapai 46,28 persen dari populasi sekitar 13 juta jiwa di provinsi. Target RPJMN hanya 36 persen, berarti Banten sudah melampaui sebesar 10 poin persentase.

“Capaian Pemerintah Provinsi Banten per tanggal 19 Agustus sebesar 46,28 persen, yaitu kurang lebih 5.969.889 jiwa dari jumlah penduduk sekitar 13 juta jiwa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Tangerang, Senin.

Data dari program ini mengungkapkan pola penyakit yang berbeda menurut usia. Pada masyarakat berusia di atas 15 tahun, hipertensi dan diabetes melitus mendominasi temuan kesehatan. Sementara pada anak-anak di bawah 15 tahun, karies gigi (gigi berlubang) dan gangguan penglihatan menjadi masalah utama yang terdeteksi.

Skrining TBC Capai 63 Persen

Pola penyakit yang teridentifikasi melalui CKG kini menjadi acuan untuk kebijakan kesehatan ke depan. Dinkes Banten akan menyesuaikan strategi berdasarkan data epidemiologi yang ditemukan di lapangan.

Salah satu fokus adalah penemuan kasus tuberkulosis (TBC) pada kelompok rentan. Hingga 19 Agustus, skrining TBC di Banten telah mencapai 63 persen dari target 50.750 kasus, atau sekitar 30.450 pemeriksaan sudah dilakukan.

“Di Banten, alhamdulillah tahun ini meskipun belum selesai sampai 19 Agustus 2026, capaian kita sudah di angka 63 persen dari target 50.750 kasus,” kata Ati Pramudji Hastuti.

Teknologi Rontgen Portabel untuk Deteksi Cepat

Untuk mempercepat penemuan kasus TBC, Dinkes Banten akan menggunakan teknologi rontgen portabel yang terintegrasi dengan perangkat seluler. Alat ini memungkinkan skrining dilakukan langsung di lapangan tanpa harus membawa pasien ke fasilitas radiologi yang tetap.

Teknologi ini sudah melalui uji coba dengan tingkat akurasi mencapai 99,99 persen. Jika ditemukan keraguan dalam interpretasi hasil, petugas akan tetap melakukan konsultasi dengan dokter spesialis radiologi untuk memastikan diagnosis yang tepat.

“Karena ini sudah uji coba, semua tahapan uji coba 99,99 persen ini semua akurasinya tercapai. Jika ada keraguan, kami tetap konsultasi ke dokter spesialis radiologi itu,” ungkapnya.

Capaian CKG di Banten yang melampaui target menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan program deteksi dini penyakit. Data kesehatan yang dikumpulkan melalui program ini akan mengarahkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang lebih tertarget di tahun-tahun mendatang.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 25 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir