SERANG — LKBN ANTARA Biro Banten menyalurkan 1.200 masker gratis untuk fasilitas kesehatan, sekolah, dan warga di Kabupaten Serang sebagai langkah menekan ispa di Serang pada musim kemarau. Bantuan itu disebar ke wilayah yang disebut rawan debu, dengan sasaran utama Puskesmas Bojonegara, instansi pendidikan, dan masyarakat sekitar.
Kepala LKBN ANTARA Biro Banten Bayu Kuncahyo mengatakan penyaluran masker itu dilakukan di Serang, Rabu, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL. Fokusnya sederhana, tapi dampaknya langsung terasa. Pasokan masker sering jadi kebutuhan harian di fasilitas kesehatan dan sekolah, terutama saat udara kering membawa lebih banyak debu ke permukiman.
Masker dibagi ke puskesmas, sekolah, dan warga
Bayu merinci, dari 1.200 masker yang dibagikan, 600 lembar diserahkan ke Puskesmas Bojonegara untuk dibagikan langsung kepada pasien yang datang berobat. Lalu 500 lembar diberikan ke pihak sekolah, dan 100 masker lainnya disalurkan langsung kepada warga.
Di saat yang sama, LKBN ANTARA juga menyiapkan total 10.000 lembar masker untuk disebar di sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Angka ini memperlihatkan bahwa bantuan yang dibagikan di Serang bukan sekadar kegiatan seremonial sekali lewat, melainkan bagian dari upaya distribusi yang lebih luas selama musim kemarau.
Bayu menempatkan penyaluran itu sebagai bentuk kepedulian pada wilayah yang paling rentan. Wilayah dengan paparan debu tinggi sering mengalami peningkatan keluhan pernapasan, dan masker jadi perlindungan paling cepat yang bisa dipakai saat itu juga. Cepat. Langsung.
Puskesmas Bojonegara catat pasien ispa hingga 200 per bulan
Penanggung Jawab Mutu Puskesmas Bojonegara Sri Ernawati menyambut baik bantuan itu. Ia menyebut puskesmas memang selalu membutuhkan stok masker cadangan untuk diberikan kepada pasien, apalagi area Puskesmas Bojonegara menerapkan aturan wajib masker.
“Pihak puskesmas selalu membutuhkan stok masker cadangan untuk diberikan kepada pasien,” kata Sri Ernawati. Kebutuhan itu terasa makin nyata karena paparan debu di musim kemarau ikut memengaruhi kesehatan warga sekitar.
Puskesmas Bojonegara mencatat jumlah penderita Ispa yang cukup tinggi. Setiap bulan, hingga 200 pasien datang memeriksakan kesehatan akibat keluhan pernapasan. Data itu menunjukkan tekanan di lapangan bukan hal kecil.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.