Senin, 5 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Kemendagri Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Banten 5,49 Persen, Lampaui Nasional

Pemandangan infrastruktur jalan tol dan pelabuhan sebagai pusat ekonomi di Banten
Pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,49 persen didorong oleh sektor logistik dan infrastruktur strategis yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. (Ilustrasi: AI)

SERANG — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten menunjukkan performa impresif pada triwulan II-2026. Data resmi mencatat ekonomi daerah ini melesat sebesar 5,49 persen secara tahunan, melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di posisi 5,29 persen pada periode yang sama.

Apresiasi atas capaian ini datang langsung dari Kementerian Dalam Negeri.

Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik, mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Banten kini menempatkan provinsi tersebut sebagai motor penggerak vital bagi perekonomian di Pulau Jawa.

Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja di Gedung DPRD Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada hari Minggu.

Simpul Strategis Ekonomi Nasional

Peningkatan pertumbuhan yang signifikan ini tidak terlepas dari peran Banten sebagai simpul logistik dan investasi nasional. Berdasarkan catatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten atas dasar harga berlaku berhasil menembus angka Rp253,9 triliun.

Anwar menegaskan bahwa Banten telah bertransformasi, bukan lagi sekadar wilayah penyangga bagi Ibu Kota, melainkan pusat mobilitas yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Konektivitas yang terintegrasi dengan kawasan ekonomi Jakarta, dukungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, serta jaringan jalan tol yang masif, menjadi pendorong utama arus barang dan jasa. Keunggulan geografis inilah yang menjadikan Banten memiliki daya tawar tinggi di kancah nasional.

Kualitas Hidup Masyarakat

Selain indikator pertumbuhan ekonomi, capaian kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di Banten ditekan hingga angka 5,38 persen. Angka ini terpaut jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,07 persen.

Kualitas pembangunan manusia di provinsi tersebut juga tergolong kompetitif, dengan skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 yang menyentuh angka 77,25, melampaui rata-rata nasional sebesar 75,90.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa angka statistik hanyalah satu sisi dari keberhasilan pembangunan. Baginya, esensi dari setiap kebijakan pemerintah daerah harus terukur dari seberapa besar manfaat nyata yang diterima oleh warga.

Fokus utama ke depan adalah memastikan bahwa peningkatan ekonomi berkorelasi langsung dengan kemudahan akses layanan dasar serta pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Banten.

Keberhasilan Banten dalam menjaga stabilitas angka-angka makro ekonomi dan sosial ini kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Langkah selanjutnya bagi pemerintah daerah adalah mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut sembari mempercepat distribusi manfaat pembangunan agar dampaknya lebih merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair