Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Breaking! Ekonomi Vietnam Meroket 9,95% di Kuartal III/2026, tapi

Grafik pertumbuhan ekonomi Vietnam tahun 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan
Pertumbuhan ekonomi Vietnam mencatatkan rekor tercepat pasca-pandemi di kuartal III/2026. (Ilustrasi: AI)

HANOI — Ekonomi Vietnam mencatatkan akselerasi impresif dengan pertumbuhan 9,95% pada kuartal III/2026. Angka tersebut menjadi laju pertumbuhan kuartalan tercepat yang diraih negara itu sejak pandemi Covid-19 melanda, melampaui capaian kuartal II/2026 yang telah direvisi ke posisi 8,81%.

Pokok Peristiwa

Data dari pemerintah Vietnam yang dipublikasikan pada Sabtu (3/10/2026) menunjukkan sektor ekspor yang kuat serta peningkatan masif dalam investasi infrastruktur menjadi mesin utama penggerak ekonomi. Namun, pertumbuhan 9,95% itu belum cukup untuk memenuhi ambisi pemerintah Vietnam yang menargetkan ekspansi ekonomi tahunan di atas 10%.

Ketergantungan tinggi pada perdagangan internasional membuat Vietnam sangat rentan terhadap guncangan eksternal. Perang di Iran memicu lonjakan harga energi dunia yang berdampak langsung pada beban biaya impor negara tersebut sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut memaksa neraca perdagangan berada dalam tekanan berat hingga mencatat defisit rekor tertinggi selama sembilan bulan pertama tahun 2026.

Laporan Kantor Statistik Nasional Vietnam (NSO) mencatat nilai impor yang melonjak jauh lebih agresif dibandingkan ekspor. Sepanjang Januari-September 2026, impor tercatat tumbuh 36,7% menjadi US$453,72 miliar, sementara ekspor hanya tumbuh 24,5% menjadi US$434,30 miliar. Akibatnya, negara tersebut membukukan defisit perdagangan sebesar US$19,42 miliar.

Konteks

Kenaikan harga energi menjadi biang kerok utama yang menggerus devisa. Volume impor minyak mentah memang menyusut 13,5%, namun secara nilai justru naik 14,4%. Bahkan, untuk bahan bakar olahan, meski volumenya hanya tumbuh 11,5%, lonjakan harganya mencapai 79,3%.

Di sisi lain, inflasi konsumen pada September 2026 tercatat sebesar 5,08% secara tahunan, sementara produksi industri mampu tumbuh cukup solid di angka 16,7%.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Investasi publik dan asing menjadi penyokong sisa napas pertumbuhan. Investasi asing langsung (FDI) selama sembilan bulan pertama 2026 meningkat 12,1% menjadi US$21,1 miliar. Asian Development Bank (ADB) merespons performa ini dengan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam tahun ini menjadi 7,8%, naik dari estimasi sebelumnya yang berada di level 7,2%.

Tetap saja, tantangan di depan mata tidak bisa diremehkan. Analis senior Asia di Verisk Maplecroft, Laura Schwartz, memperingatkan potensi perekonomian yang tumbuh terlalu cepat dapat memicu risiko inflasi yang lebih dalam. Selain itu, ancaman kekurangan pasokan listrik dalam jangka pendek dan menengah disebut sebagai kendala signifikan yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah setempat.

ADB juga menggarisbawahi bahwa permintaan global yang melemah serta ketidakpastian eksternal bisa menghambat laju ekonomi di masa depan. Harga energi yang tetap tinggi serta pengetatan kondisi keuangan global diperkirakan terus memberikan tekanan pada nilai tukar dan inflasi domestik di Vietnam dalam waktu dekat.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair