Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Singapura Kurangi Biaya Perawatan Bayi Jadi $230 Per Bulan

Fasilitas perawatan bayi modern di Singapura dengan ruang bermain aman dan mainan edukatif
Singapura menurunkan tarif perawatan bayi untuk mendukung keluarga muda mengakses layanan berkualitas. (Ilustrasi: AI)

Pemerintah Singapura resmi memangkas biaya penitipan bayi menjadi S$300 atau sekitar Rp3,8 juta per bulan. Kebijakan ini diambil untuk menekan beban finansial keluarga muda yang selama ini tercekik mahalnya ongkos pengasuhan anak. Dengan angka tersebut, orang tua di Negeri Singa kini bisa bernapas sedikit lebih lega.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Negara dengan PDB per kapita tertinggi kedua di dunia ini tengah berjuang keras melawan tren penurunan angka kelahiran yang mengkhawatirkan. Banyak pasangan muda di sana memilih menunda punya momongan karena biaya hidup yang melambung tinggi. Ongkos penitipan bayi sering jadi faktor penentu utama, atau justru jadi alasan mereka membatasi jumlah anak.

Strategi Melawan Krisis Demografi

Singapura tidak mau tinggal diam melihat tantangan demografis ini. Pemerintah menyadari bahwa menyediakan layanan perawatan anak yang terjangkau adalah kunci agar roda ekonomi tetap berputar.

Ketika tarif penitipan diturunkan, mereka berharap partisipasi perempuan di dunia kerja juga ikut terdongkrak. Banyak ibu yang sebelumnya terpaksa berhenti bekerja demi mengurus anak di rumah, kini punya pilihan untuk tetap berkarier tanpa harus mengorbankan kualitas asuhan bagi buah hatinya.

Tarif S$300 per bulan ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk menciptakan keseimbangan. Mereka ingin memastikan bahwa keluarga, baik dari kelas menengah maupun pekerja, punya akses yang sama ke fasilitas perawatan berkualitas. Pemerintah berharap, dengan beban yang lebih ringan, pasangan suami-istri tidak lagi merasa memiliki anak adalah beban finansial yang mustahil dipikul.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua. Sektor industri penitipan anak pun kini mendapat suntikan semangat baru. Fasilitas yang tadinya mungkin sulit dijangkau karena harganya yang selangit, perlahan mulai membuka pintu bagi lebih banyak keluarga.

Hal ini menciptakan ekosistem di mana anak-anak tetap terawat dengan baik di fasilitas profesional, sementara orang tua tetap produktif dalam bekerja.

Beban Ekonomi yang Menekan

Bukan rahasia lagi jika Singapura punya standar biaya hidup yang sangat tinggi. Perawatan anak adalah salah satu pos pengeluaran terbesar dalam anggaran rumah tangga di sana.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda