Debu konstruksi belum sepenuhnya hilang dari Pulau Phu Quoc. Namun, siluet Terminal 2 Bandara Internasional Phu Quoc kini berdiri kokoh, membelah cakrawala dengan lekukan tajam menyerupai sayap burung phoenix yang tengah membentang.
Proyek raksasa senilai VND22 triliun atau setara US$836 juta ini sudah menyentuh angka 95 persen untuk pengerjaan struktur beton bertulang per Agustus ini. Targetnya jelas: terminal ini harus hidup dan melayani penumpang pada April mendatang.
Keseriusan otoritas setempat bukan tanpa alasan. Mereka sedang berkejaran dengan waktu. Bandara ini dipersiapkan sebagai wajah depan Vietnam sebelum menyambut delegasi APEC Economic Leaders’ Week yang bakal digelar November 2027.
Sejak pemancangan tiang pertama pada 15 September 2025, kesibukan di area konstruksi tidak pernah berhenti. Pekerja sekarang fokus memoles sisi arsitektur, merangkai infrastruktur teknis, serta menanam berbagai peralatan canggih di dalam bangunan.
Arsitektur Rumit dan Beban Baja
Berdiri di lokasi proyek, orang akan langsung terpana melihat kompleksitas atapnya. Desainer menuntut bentuk lapisan berlapis yang menyerupai pola bulu burung. Ini bukan perkara mudah. Butuh hampir 33.000 ton baja untuk membentuk atap tersebut, dengan bentang terluas mencapai 72 meter.
Pekerja harus ekstra teliti saat menyusun setiap batang baja agar presisi sesuai desain. Rangka baja sendiri sudah terpasang 70 persen, sementara pekerjaan pasangan bata dan penyelesaian interior menyentuh angka 80 persen.
Demi mengejar tenggat waktu yang mencekik, kontraktor menurunkan lebih dari 6.000 insinyur dan buruh bangunan. Mereka tidak mengenal kata libur. Lokasi proyek berubah menjadi pabrik raksasa yang beroperasi 24 jam penuh. Rotasi diberlakukan ketat dengan sistem tiga shift dan empat tim.
Suara gerinda dan dentuman alat berat bersahutan tanpa henti, memastikan setiap sudut bangunan terus berprogres meski matahari sudah lama terbenam.
Teknologi di balik terminal ini pun tidak main-main. Sistem penanganan bagasi lima tingkat, yang menjadi jantung operasional bandara, kini sudah setengah jalan. Menurut jadwal, tim teknisi akan memulai uji coba sistem bagasi tersebut pada akhir Agustus.
Bergeser ke area landasan, sistem pencahayaan runway kedua sepanjang 3,3 kilometer sudah tuntas sempurna. Lampu-lampu ini siap memandu pesawat mendarat dengan aman di tengah cuaca apa pun.
Detail Kaca dan Ketahanan Struktur
Hal yang paling mencuri perhatian adalah dinding kaca atau curtain-wall yang membungkus terminal. Panel-panel kaca ini berukuran masif, sekitar 2 kali 3 meter untuk tiap kepingnya. Bayangkan, satu panel saja bobotnya mencapai 400 hingga 500 kilogram.
Untuk memasangnya, kontraktor mendatangkan kaca impor yang kemudian diproses di bengkel lokal di pulau tersebut, sebelum akhirnya diangkut ke lokasi konstruksi untuk dipasang satu per satu.
Awalnya, tim pemasang hanya mampu memasang 20 panel per hari. Namun, seiring dengan koordinasi yang makin luwes antar tim di lapangan dan dukungan peralatan yang lebih canggih, produktivitas melonjak. Sekarang mereka bisa menempelkan 30 sampai 40 panel kaca setiap harinya.
Kaca-kaca ini bukan sekadar pemanis estetika. Material ini dipilih khusus untuk memberikan perlindungan tahan lama terhadap cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah kepulauan.
Saat terminal ini rampung sepenuhnya, kapasitas bandara akan meningkat drastis. Ini menjadi investasi kunci bagi Phu Quoc untuk menampung lonjakan wisatawan dan tamu kenegaraan.
Bagi warga lokal maupun pelaku industri penerbangan, bangunan berbentuk sayap phoenix ini bukan sekadar infrastruktur beton. Ia adalah pertaruhan gengsi sekaligus gerbang utama Vietnam di panggung ekonomi Asia-Pasifik yang akan segera dimulai perhelatannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.