Untuk menahan tekanan itu, ia memangkas jumlah staf dari tiga menjadi dua. Langkah itu ditempuh “just to limit our other expenses” dan menutup kenaikan biaya dari sisi lain.
Di titik ini, sirkuit show tidak lagi sekadar soal hiburan. Ini soal matematika kasar. Uang masuk dan keluar harus benar-benar pas.
Perjalanan 15,000 kilometres dan tantangan wilayah jauh
Showmen’s Guild of Australasia menilai usaha show kini “very challenging”, terutama bagi operator yang menempuh sekitar 15,000 kilometres setiap tahun di rute-rute terpencil. Presiden Aaron Pink menyoroti perjalanan yang dimulai dari Darwin dan kembali lagi, melewati Northern Territory, sebagai salah satu contoh yang paling berat.
“The circuit that went from Darwin and back, right through the Northern Territory, was very challenging,” kata Pink. “There’s not a lot of shows in that run … and it’s a long way back [home].”
Rute panjang seperti itu membuat bensin dan logistik bukan lagi biaya tambahan. Keduanya berubah menjadi penentu kelangsungan usaha. Sekali salah hitung, satu musim bisa berantakan.
Meski begitu, Pink tetap berharap operator masih mau datang ke pameran-pameran kecil. Menurut dia, pergerakan show ke wilayah barat Queensland dan barat New South Wales tetap penting bagi keluarga muda yang menantikannya.
“A show movement out in western Queensland and western New South Wales is something young families really look forward to,” katanya.
Anak-anak show, keluarga, dan masa depan yang belum pasti
Di lapangan, wajah bisnis ini juga masih ditopang keluarga. Darrell Brown, yang menjalankan permainan bust-a-balloon, mengatakan ia sudah berada di dunia traveling show business sepanjang hidupnya. Namun ia mengakui satu hal yang sekarang jauh lebih sulit: mencari staf.
“Staff’s a hard thing, mate,” kata Brown. Ia mengenang masa akhir 90-an, ketika orang-orang datang mencari kerja. Situasinya sekarang tidak lagi semudah itu.
Brown bilang anak-anaknya yang sudah lulus sekolah kini membantu sementara. Tapi saudaranya yang mengoperasikan “big machines” tetap kesulitan mendapatkan pekerja. Masalahnya sederhana, tapi fatal. Hanya ada dia dan istrinya, sehingga ia tak bisa sekaligus naik-turun big Ferris wheel dan mengerjakan semua hal lain.
Di area permainan, generasi paling muda tetap ikut bekerja. Chase Lovell, 9, menjelaskan cara bermain di stan ikan plastik: “There’s $20 for seven ducks and then there’s $10 for three,” katanya. Ia juga menjelaskan bagaimana angka di bawah bebek dihitung untuk menentukan hadiah.
Chase dan adiknya, Peyton, adalah anak show generasi ketujuh. Mereka menikmati peran itu. Jayden Fraser, 20, juga memilih jalur yang sama setelah sekolah. Ia pernah punya pekerjaan lain, tapi lebih menyukai hidup berpindah-pindah bersama sirkuit show.
“I just love to travel, I love to drive around Australia,” katanya. Lalu ia menambahkan, “It is getting harder for a lot of us [and] the fuel costs are bit how-you-going.”
Di tengah biaya yang menekan, kalimat itu terdengar seperti penutup yang jujur dari banyak showies lain. Mereka masih bergerak, tapi langkahnya jauh lebih berat dari sebelumnya.
Dan untuk keluarga-keluarga seperti Quay, angka $52,000 setahun untuk satu polis asuransi sudah cukup menjelaskan betapa mahalnya mempertahankan sirkuit show tetap hidup.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.