Jumat, 28 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

FIA confirms Mercedes granted engine upgrades despite Red Bull complaints

FIA confirms Mercedes granted engine upgrades despite Red Bull complaints
FIA confirms Mercedes granted engine upgrades despite Red Bull complaints

MONZA — Otoritas tertinggi balap jet darat, FIA, secara resmi mengonfirmasi pemberian izin pengembangan mesin bagi Mercedes. Langkah ini menuai polemik tajam, terutama dari kubu Red Bull yang merasa kebijakan tersebut justru memperlebar kesenjangan performa di lintasan balap.

Keputusan ini merujuk pada temuan dari dua periode peninjauan performa mesin. Pada fase pertama, yang mencakup lima seri pembuka musim ini, FIA menyimpulkan bahwa Red Bull memiliki unit daya terkuat.

Sebagai kompensasi atas kesenjangan tersebut, FIA memberikan izin homologasi tambahan bagi pabrikan lain, termasuk Mercedes, Ferrari, Audi, dan Honda. Mercedes dijatah satu homologasi tambahan untuk tahun 2026 dan satu lagi pada 2027, lengkap dengan penyesuaian batas biaya dan tes dinamo.

Dampak Kebijakan FIA pada Peta Persaingan

Situasi ini memicu reaksi keras di paddock. Toto Wolff, prinsipal tim Mercedes, justru sempat mempertanyakan proses evaluasi FIA pada Juli lalu dengan mengklaim bahwa timnya sudah memiliki unit daya yang paling kuat.

Di sisi lain, pembalap andalan Red Bull, Max Verstappen, secara terbuka melayangkan protes terhadap hasil temuan tersebut. Banyak pihak menilai keputusan ini janggal karena Mercedes mendominasi enam balapan awal, sementara Red Bull justru kesulitan menembus podium.

Dampak nyata dari keputusan ini terlihat pada klasemen sementara. Kimi Antonelli saat ini memimpin perolehan poin dengan keunggulan 59 poin atas rekan setimnya, George Russell, dan Lewis Hamilton. Sementara itu, Verstappen tercecer di posisi keenam, tertinggal 130 poin dari Antonelli. Di kategori konstruktor, Mercedes kokoh di puncak dengan selisih 87 poin dari Ferrari.

Analisis Tanpa Penambahan Kuota

Memasuki periode peninjauan kedua, FIA menegaskan tidak ada pabrikan yang mendapatkan tambahan homologasi mesin. Hal ini mengindikasikan bahwa performa mesin Red Bull saat ini dinilai berada dalam ambang batas dua persen dari mesin terbaik. Meski demikian, kesempatan bagi Red Bull untuk melakukan upgrade tertutup rapat karena mereka dianggap masih memiliki unit daya yang kompetitif.

Direktur mobil kursi tunggal FIA, Nikolas Tombazis, menekankan bahwa pihaknya telah melakukan analisis yang sangat mendalam dan kokoh terhadap data yang tersedia. Meski menuai kritik, FIA tetap memegang teguh kerahasiaan data serta kekayaan intelektual setiap pabrikan mesin.

“Ini adalah tahun pertama proses ADUO, jadi tentu ada area yang bisa kami kembangkan seiring waktu melalui diskusi dengan para pabrikan,” ujar Tombazis.

Hingga saat ini, Mercedes dilaporkan belum menggunakan jatah upgrade 2026 mereka, berbeda dengan Ferrari, Audi, dan Honda yang diyakini telah memperkenalkan salah satu dari dua jatah peningkatan mesin yang diberikan.

Fokus perhatian kini beralih ke seri berikutnya, yakni Grand Prix Italia di Monza yang akan berlangsung pada 4-6 September mendatang, di mana Ferrari akan bertanding di depan publik rumah sendiri.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda