JAKARTA — Kun Fayakun menjadi kunci yang dipilih Denny Sumargo untuk menjelaskan jiwa film terbarunya, Baby Udon. Dalam gala perdana di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, aktor sekaligus produser itu menyebut kutipan yang terinspirasi dari Al-Qur’an, Surat Yasin ayat 82, hadir sebagai penuntun perjalanan spiritual tokoh Hajime Kondoh.
Denny tidak menaruh kutipan itu sebagai tempelan. Ia mengaitkannya langsung dengan perjalanan Hajime yang memeluk Islam dan kemudian membangun keluarga bersama Fanny, perempuan dari latar budaya dan negara yang berbeda. Ada satu titik yang ia tekankan. Bukan semata cinta.
Kun Fayakun dan perjalanan Hajime di Baby Udon
Menurut Denny, kisah Hajime bergerak dari pergulatan batin menuju kepasrahan penuh pada takdir. Dalam konferensi pers itu, ia menyampaikan, “Saat Hajime memutuskan memeluk Islam, perjalanan itu bukan semata-mata demi mengejar cintanya kepada Fanny.
Lebih dari itu, ia sedang menjemput keimanannya sendiri,” kata Denny dalam konferensi pers gala perdana film “Baby Udon” di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu.
Kalimat itu menjadi semacam poros cerita film. Denny melihat kekuatan doa dan kehendak Tuhan sebagai inti dari komitmen Hajime terhadap sang istri. Di situ, Kun Fayakun tidak sekadar terdengar religius, tapi juga membentuk cara penonton membaca konflik dan keputusan tokoh utamanya.
Film ini sendiri berangkat dari kisah nyata yang menyentuh. Versi pembanding dari JPNN menyebut proses penggarapan Baby Udon berlangsung hampir satu tahun dan sempat berada di titik nyaris gagal. Di sisi lain, ANTARA dan Antaranews sama-sama menegaskan bahwa film ini membawa perjalanan emosional Hajime Kondoh bersama Fanny Kondoh ke layar lebar.
Misi moral yang dibawa film
Denny menilai elemen spiritual dalam film ini sengaja dihadirkan agar cerita tidak berhenti pada romansa. Ia ingin Baby Udon membawa misi moral yang positif bagi penonton. Pesannya sederhana, tapi berat. Ketika usaha manusia mentok, ada ruang untuk menyerahkan hasil kepada Tuhan.
Ia juga berharap film ini bisa menjadi sumber motivasi, terutama bagi orang-orang yang sedang berada di titik lelah dalam berjuang. Dalam pandangannya, saat pikiran dan tenaga sudah habis, Kun Fayakun bisa hadir sebagai energi positif yang besar. Soalnya, ada fase ketika manusia memang tidak lagi memegang semua kendali.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.