Jumat, 28 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

FAA Dorong Pemecatan 2 Kontroler LaGuardia usai Kecelakaan

FAA Dorong Pemecatan 2 Kontroler LaGuardia usai Kecelakaan
FAA Dorong Pemecatan 2 Kontroler LaGuardia usai Kecelakaan

NEW YORK — kontroler LaGuardia kembali jadi sorotan setelah Federal Aviation Administration mendorong pemecatan dua petugas lalu lintas udara yang pulang lebih awal sebelum pesawat Air Canada menabrak mobil pemadam di Bandara LaGuardia, Maret lalu. Menurut laporan The Wall Street Journal, keduanya meninggalkan tugas sekitar satu jam sebelum jadwal mereka selesai pada 22 Maret.

Kepergian itu membuat dua kontroler yang tersisa memikul beban kerja lebih berat saat bandara New York tersebut sedang dihantam hujan dan badai petir. Lalu lintas udara pada hari kecelakaan disebut lebih dari dua kali lipat dibanding volume biasanya. Insiden itu menewaskan dua pilot dan melukai parah enam orang lain di darat.

Kronologi yang memicu tekanan ke FAA

Peristiwa di LaGuardia langsung membuka kembali pertanyaan tentang kondisi kerja kontroler lalu lintas udara di Amerika Serikat. Di satu sisi, sistem penerbangan bergantung pada ketepatan dan konsentrasi penuh dari para petugas di menara kendali.

Di sisi lain, praktik meninggalkan tugas lebih awal yang di industri disebut “early shove” ternyata sudah lama dianggap semacam keuntungan informal setelah periode sibuk.

Masalahnya, FAA memandang kebiasaan itu sebagai bentuk timecard fraud. Menurut laporan yang dikutip dari Journal, lembaga tersebut telah memecat lebih dari 10 kontroler tahun ini karena dugaan kecurangan kartu waktu atau penyalahgunaan kebijakan cuti. Langkah terbaru terhadap dua kontroler LaGuardia itu tampak menjadi bagian dari pengetatan yang lebih luas.

Transportation Secretary Sean Duffy menegaskan sikap keras pemerintah lewat pernyataannya. “The vast majority of air-traffic controllers are great patriots — they show up for work, complete their full shift, and come back and do it all again,” kata Sean Duffy.

Namun ia menambahkan, “But when a small percentage of individuals take advantage of the American taxpayer, unfairly add additional work to their fellow controllers, and impact the airspace — we have no choice but to act. We will not tolerate fraud.”

Dampaknya ke industri penerbangan

Kasus ini bukan cuma soal dua pegawai yang dituduh melanggar aturan. Dampaknya merembet ke cara industri melihat keamanan, beban kerja, dan disiplin di menara kendali. Saat jumlah petugas tidak sebanding dengan lonjakan trafik, keputusan sekecil apa pun bisa berdampak besar. Itu sebabnya isu seperti “early shove” kini dipandang jauh lebih serius ketimbang sekadar kebiasaan internal.

Bagi penumpang dan maskapai, persoalannya terasa di dua ujung sekaligus. Di udara, kontrol yang tidak optimal bisa meningkatkan risiko keselamatan.

Di darat, kekurangan personel ikut memperburuk keterlambatan perjalanan yang selama ini memang dipicu kekurangan tenaga kerja di sektor kontrol lalu lintas udara.

FAA sendiri menyebut sudah merekrut lebih dari 2.000 kontroler tahun ini, atau sekitar 94 persen dari target perekrutan 2026, untuk meredakan kekurangan tersebut.

National Air Traffic Controllers Association juga sudah membuka pembicaraan dengan FAA soal tuduhan kecurangan itu. Serikat menyampaikan bahwa fokus utama seharusnya tetap tertuju pada dedikasi para kontroler yang hadir setiap hari, meski harus bekerja dalam kondisi kekurangan staf yang sulit.

Dalam pernyataannya kepada Journal, serikat mengatakan: “What should not be ignored is the extraordinary dedication of the thousands of air-traffic controllers who report to work every day, often under extremely challenging staffing conditions, and remain focused on keeping the flying public safe,”

Di sisi lain, tekanan ke FAA diperkirakan belum mereda. Laporan Wall Street Journal dan penguatan dari Scmp sama-sama menunjukkan bahwa penanganan kasus ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari penertiban yang lebih luas terhadap kebiasaan pulang awal dan penyalahgunaan cuti.

Dengan cuaca buruk, trafik padat, dan beban kerja yang menumpuk, apa yang terjadi di LaGuardia kini jadi ujian bagi disiplin di seluruh sistem penerbangan Amerika.

FAA pun masih bergerak memperluas rekrutmen, sementara penyelidikan dan penindakan terhadap dugaan timecard fraud diperkirakan terus berlanjut.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda