Karena itu, pengecekan lewat NIK penting untuk memastikan data yang dipakai pemerintah sudah sesuai. Bila ada selisih antara kondisi lapangan dan data yang tampil, jalur pembaruan menjadi langkah berikutnya yang perlu ditempuh.
Jalur pengecekan yang tersedia
Cek desil bisa dilakukan melalui dua kanal yang disebut dalam sumber. Kanal pertama adalah situs Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id. Situs itu meminta pengguna memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP dan kode captcha, lalu menampilkan hasil pencarian jika data ditemukan.
Kanal kedua adalah dtsen-form.bps.go.id milik Badan Pusat Statistik. BPS menjelaskan bahwa pihaknya bertugas menyusun, mengelola, dan memutakhirkan DTSEN. Di kanal ini, masyarakat juga dapat mengikuti petunjuk sistem untuk melihat data desil dan, bila perlu, mengajukan pembaruan.
Kalau hasil pencarian belum muncul, cek lagi NIK, tanggal lahir, dan captcha yang dimasukkan. Soalnya, kesalahan kecil di satu kolom saja bisa membuat data tidak terbaca oleh sistem.
Hal yang sering keliru
- Memasukkan NIK tidak sesuai KTP, sehingga hasil pencarian gagal muncul.
- Salah mengisi captcha atau kode verifikasi yang tampil di layar.
- Mengira desil sama dengan status pasti penerima bansos, padahal desil adalah pemeringkatan relatif kesejahteraan keluarga.
- Tidak menggunakan menu pembaruan data saat informasi yang tampil belum sesuai kondisi sebenarnya.
Ringkasan langkah
- Buka laman resmi DTSEN atau Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Isi captcha atau kode verifikasi.
- Jalankan pencarian dan baca desil yang muncul.
- Gunakan menu pembaruan data jika ada ketidaksesuaian.
Setelah data terbuka, langkah berikutnya tinggal memastikan apakah desil yang tercatat sudah cocok dengan kondisi keluarga saat ini, karena pembaruan berkala bisa mengubah hasil yang tampil di sistem.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.