Karmila Sari berdiri di atas panggung Trans Hotel Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2026, memegang trofi detikSumatera Award. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau itu baru saja dinobatkan sebagai ‘Legislator Peduli Pemerataan Pendidikan dan Pembangunan Sumber Daya Perempuan’.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Transmedia, Latif Harnoko, di depan ratusan tamu undangan yang hadir.
Kiprah Karmila di Senayan memang bukan sekadar duduk manis. Dia dikenal vokal menyuarakan hak-hak perempuan dan nasib pendidikan di pelosok negeri. Bagi Karmila, kursi parlemen adalah alat untuk mengetuk pintu kebijakan yang selama ini sulit terjangkau oleh masyarakat akar rumput. Fokusnya tidak pernah bergeser: pendidikan bagi anak-anak marjinal dan kemandirian ekonomi kaum perempuan.
Salah satu rekam jejak yang paling menonjol adalah pembangunan SDN 006 Filial. Sekolah ini berdiri di tengah kawasan kebun sawit yang terisolasi dari akses pendidikan formal. Karmila tidak bekerja sendiri. Dia menggalang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak TNI.
Hasilnya, gedung sekolah berdiri kokoh dan anak-anak petani sawit kini memiliki tempat untuk menuntut ilmu. Tidak ada lagi jarak yang terlalu jauh atau jalan setapak yang berlumpur untuk belajar.
Jejak Panjang dari Riau ke Senayan
Dedikasi ini sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelum melangkah ke Jakarta, Karmila sudah menapaki tangga politik di daerah. Dia pernah mengabdi sebagai anggota DPRD Riau serta DPRD Rokan Hilir. Di sana, pola pikirnya terbentuk.
Dia melihat sendiri bagaimana disparitas pendidikan menciptakan lingkaran setan kemiskinan yang sulit diputus. Prinsipnya sederhana tapi tegas; setiap anak, apa pun latar belakang orang tuanya, berhak bermimpi sampai jenjang sarjana.
Di luar isu pendidikan, Karmila juga menaruh perhatian besar pada inklusivitas di dunia kerja. Dia kerap mendorong perusahaan untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi penyandang disabilitas. Baginya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menjadi produktif.
Dia tidak hanya bicara di dalam ruang sidang, tetapi turun langsung ke kampus-kampus. Diskusi dan seminar dia gelar untuk memantik kesadaran generasi muda akan isu-isu pemberdayaan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.