OSLO — Raja Norwegia Harald V wafat pada Jumat (28/8) di usia 89 tahun setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Oslo University. Sepeninggalnya, Norwegia kini dipimpin Putra Mahkota Pangeran Haakon bersama Putri Mette-Marit.
Peralihan itu langsung mengubah garis suksesi kerajaan modern Norwegia. Putri sulung mereka, Ingrid Alexandra, kini menyandang gelar Putri Mahkota dan menjadi pewaris takhta.
Haakon resmi naik sebagai Raja Haakon VIII
Haakon menjadi raja keempat yang memimpin Kerajaan Norwegia dalam sejarah kerajaan modern. Ia akan menggunakan regnal name Raja Haakon VIII, sementara Mette-Marit menyandang titel queen consort atau permaisuri.
Norwegia kembali memakai sistem monarki setelah merdeka dari penjajahan Swedia pada 1905. Karena itu, naiknya Haakon bukan cuma soal pergantian nama di istana. Ada kesinambungan simbolik yang kuat di baliknya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Haakon memang sudah sering menjalankan tugas resmi ayahnya saat Harald berhalangan. Kondisi kesehatan mendiang raja yang kerap bermasalah membuat beban itu terus menumpuk. Pelan-pelan, tanggung jawabnya memang sudah disiapkan sejak lama.
Garis pewaris berubah sejak amandemen 1990
Haakon adalah anak bungsu Harald V dan Ratu Sonja. Kakaknya, Putri Martha Louise, tidak menjadi pewaris takhta. Saat Haakon lahir pada 1973, aturan lama masih mengutamakan keturunan laki-laki dalam garis pewaris.
Situasinya berubah pada 1990 ketika Konstitusi Norwegia diamandemen. Sejak saat itu, anak sulung seorang raja atau ratu otomatis menjadi pewaris takhta tanpa memandang gender. Karena itulah Ingrid Alexandra langsung mendapat gelar Putri Mahkota.
Perubahan ini penting bagi monarki Norwegia. Soalnya, suksesi tak lagi bergantung pada urutan anak laki-laki, melainkan pada anak sulung. Aturan baru itu membuat generasi penerus kerajaan jadi lebih jelas sejak awal.
Mette-Marit, dari warga biasa ke pusat sorotan kerajaan
Mette-Marit bukan berasal dari keluarga kerajaan. Ia bertemu Haakon dalam sebuah festival musik pada 1999, lalu hubungan mereka sempat menuai kontroversi karena latar belakang pribadinya. Meski begitu, keluarga kerajaan akhirnya merestui pernikahan mereka di Gereja Katedral Oslo pada 2001.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.