Al Riyadh akhirnya memetik kemenangan pertama musim ini. Gol Teddy Okou membuat mereka menundukkan NEOM SC 1-0 pada laga yang baru saja tuntas, Jumat, 28 Agustus 2026. Skor tipis itu terasa besar. Sangat besar, mengingat Al Riyadh datang dengan beban hasil buruk dari dua laga awal.
Gol tunggal yang memecah kebuntuan
Teddy Okou jadi pembeda. Dari bahan siaran yang tersedia, penyerang Al Riyadh itulah yang mencetak satu-satunya gol dalam duel kontra NEOM SC. Tidak ada pesta gol, tidak ada laga terbuka yang liar. Yang ada justru pertarungan rapat, dengan satu momen yang cukup untuk mengubah arah pertandingan.
Bagi Al Riyadh, kemenangan ini punya arti lebih dari sekadar tiga angka. Klub asal ibu kota Arab Saudi itu sebelumnya terpuruk di dasar klasemen sementara tanpa poin dari dua pertandingan. Mereka sempat kalah 2-4 dari Al Ettifaq pada pekan pembuka, lalu tumbang lagi 0-4 dari Al Nassr. Jadi ketika Teddy Okou menemukan celah, Al Riyadh seperti akhirnya bisa bernapas.
Tekanan besar sebelum laga
Jelang pertandingan, Al Riyadh memang tidak sedang berada dalam kondisi nyaman. Mereka menurunkan Mahmoud Hassan Trezeguet sejak awal saat bertandang ke markas Al Shabab pada 25 Agustus 2026 dalam upaya mencari kemenangan perdana musim ini. Waktu itu, posisi mereka sudah amat genting, tertahan di zona degradasi dengan selisih gol minus enam.
Nama Trezeguet, Teddy Okou, dan Leandro Antunes mengisi lini depan dalam skema 4-4-2 yang dipakai pelatih Maurício Dulac. Di belakang, Milan Borjan menjaga gawang dengan dukungan Sultan Al-Eissa, Emiliano Abascal, dan Suleiman Hazzazi. Susunan itu menunjukkan satu hal: Al Riyadh butuh keseimbangan, tapi mereka juga tak punya banyak ruang untuk gagal lagi. Tekanan semacam itu biasanya membuat tim bermain hati-hati. Dan justru di laga seperti inilah gol tunggal sering lahir.
NEOM dipaksa pulang tanpa poin
NEOM SC datang dengan status tim yang juga mencari stabilitas, setelah sebelumnya Al Nassr menundukkan mereka 1-0 dalam laga Liga Arab Saudi. Di pertandingan itu, NEOM sempat membuat Al Nassr frustrasi sepanjang permainan sebelum Mohamed Simakan menjadi penentu lewat sundulan pada masa injury time. Fakta itu penting karena memperlihatkan betapa rapatnya NEOM saat bertahan, sekaligus betapa tipis margin kekalahan yang mereka hadapi.
Namun, kali ini justru Al Riyadh yang keluar sebagai pihak paling efisien. Mereka tidak perlu dominan sepanjang laga untuk menang. Satu gol sudah cukup. Dan itu biasanya tanda tim mulai menemukan lagi rasa percaya diri yang hilang. Bagi NEOM, kekalahan ini menjadi catatan bahwa mereka masih sulit lepas dari laga-laga dengan skor tipis, meski lawan yang dihadapi bukan tim yang sedang berada di papan atas.
Yang menarik, kemenangan Al Riyadh datang di saat sorotan kompetisi Saudi Pro League terus membesar, setelah liga ini kedatangan banyak nama besar dan pamornya melonjak. Tapi untuk Al Riyadh, cerita paling penting malam ini bukan soal gemerlap liga. Ini soal keluar dari tekanan dasar klasemen. Soal memutus rangkaian hasil buruk. Dan soal Teddy Okou yang mencetak gol saat timnya paling membutuhkannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.