Veda Ega Pratama harus menelan pil pahit pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 GP Aragon. Pembalap andalan Indonesia ini hanya mampu bertengger di posisi ke-20 saat mengitari aspal panas Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada Jumat (28/8/2026). Catatan waktu yang ia torehkan pun terpaut cukup jauh dari para rival di papan atas.
Sesi pembuka ini berlangsung dengan tensi tinggi. Veda sempat kesulitan menemukan ritme yang pas sejak awal. Ia bahkan sempat tertahan di urutan ke-22. Namun, pemuda asal Yogyakarta ini tidak menyerah begitu saja. Ia tancap gas dan berhasil memperbaiki catatan waktunya hingga merangsek naik ke posisi ke-12. Aksi impresif ini sempat memberikan secercah harapan bagi tim Honda Team Asia.
Sayangnya, konsistensi di lintasan sulit dijaga. Memasuki delapan menit terakhir sesi, posisi Veda justru merosot tajam kembali ke urutan ke-14. Persaingan semakin gila. Pembalap yang saat ini bertengger di peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026 tersebut tampak harus bekerja ekstra keras untuk menjinakkan karakter sirkuit yang menantang ini.
Saat bendera kotak-kotak dikibarkan, Veda akhirnya harus puas mencatatkan waktu 1 menit 58,660 detik. Sementara itu, David Almansa dari tim Liqui Moly tampil dominan dan mengunci posisi tercepat dengan raihan waktu 1 menit 57,473 detik. Selisih waktu yang tercipta menunjukkan bahwa gap performa di kelas Moto3 kali ini memang tipis dan sangat kompetitif.
Ujian di Tanah Eropa
Hasil di Aragon ini menjadi alarm keras bagi Veda dalam mengarungi paruh kedua musim. Ia sudah mengumpulkan 97 poin dari 12 seri balapan. Capaian itu termasuk podium manis di GP Brasil. Namun, tantangan adaptasi di sirkuit-sirkuit Eropa memang punya cerita berbeda. Karakter tikungan dan cengkeraman aspal di Spanyol memerlukan pendekatan teknis yang jauh lebih presisi.
Sebenarnya, persiapan sudah dimatangkan sejak awal. Veda sempat melakukan *track walk* untuk memahami setiap jengkal lintasan. Ia bahkan berlatih di sekitar Alcaniz untuk membiasakan diri dengan suhu udara yang mencapai 26 derajat celsius. Tapi, balapan bukan cuma soal persiapan di atas kertas. Tekanan di lapangan sering kali memberikan variabel yang tidak terduga.
Melihat performa di FP1, posisi ke-20 bukanlah cerminan kemampuan penuh Veda. Kemampuannya melesat dari posisi ke-22 menuju posisi ke-12 di awal sesi adalah bukti sahih bahwa ia punya kecepatan. Potensi itu ada. Masalahnya kini terletak pada setelan motor yang harus disesuaikan dengan kondisi aspal Aragon yang menuntut efisiensi tinggi pada setiap tikungan.
Menata Ulang Strategi
Tim teknis Honda tidak punya banyak waktu untuk berleha-leha. Fokus utama mereka sekarang adalah memperbaiki kecepatan puncak atau top speed motor Veda. Tanpa peningkatan akselerasi yang signifikan di trek lurus, akan sulit bagi Veda untuk menembus dominasi sepuluh besar pada sesi kualifikasi nanti.
Persaingan di kelas Moto3 musim ini semakin ketat dari waktu ke waktu. Kesalahan kecil dalam setelan motor bisa berakibat fatal pada posisi start di hari balapan. Veda tentu tidak ingin kehilangan momentum setelah tampil impresif di awal musim.
Sekarang, kru mekanik Honda Team Asia sedang membedah telemetri dari sesi pagi tadi. Data dari motor Veda akan dibandingkan dengan data para pembalap tercepat untuk mencari titik pengereman dan akselerasi yang paling efisien. Uji coba berikutnya akan menjadi penentu apakah Veda bisa memangkas waktu dan memperbaiki posisinya, atau justru harus berjuang dari baris belakang saat kualifikasi dimulai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.