Senin, 31 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran Ambruk Saat Peresmian, Tali Sling Putus

Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran yang ambruk dengan tali sling sisi kiri terlepas saat peresmian
Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran ambruk saat peresmian setelah tali sling putus akibat beban lebih dari 50 orang melintas bersamaan (ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

Suasana peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran berubah menjadi kepanikan hebat pada Minggu siang, 30 Agustus 2026. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami yang hadir langsung untuk memotong pita peresmian terpaksa menyaksikan infrastruktur yang baru saja diresmikan itu goyah dan ambruk tepat di depan matanya.

Insiden ini bermula saat rombongan Forkopimda dan kerumunan warga melintasi jembatan secara berbarengan sesaat setelah seremoni usai. Beban yang menumpuk di atas jembatan itu tak tertahankan. Lebih dari 50 orang nekat menyeberang di waktu yang sama, jauh melampaui ambang batas keamanan yang seharusnya dipatuhi oleh setiap pengguna fasilitas tersebut.

Sling Terlepas, Bukan Putus

Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) memberikan penjelasan resmi sehari setelah kejadian, Senin, 31 Agustus 2026. Mereka mengoreksi narasi yang sempat beredar liar di media sosial bahwa jembatan tersebut putus total. Faktanya, kondisi yang terjadi di lapangan adalah tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari titik pengikat utamanya.

Lepasnya tali tersebut membuat posisi jembatan menjadi miring drastis. Meski secara visual di rekaman video yang viral terlihat dramatis, Dispenad memastikan struktur utama jembatan sebenarnya masih utuh. Pihaknya menegaskan bahwa hanya sistem pengikat atau angkur pada sisi kiri saja yang gagal menahan beban berlebih saat itu.

Jembatan ini sendiri terletak di Dusun Margajaya, RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang. Sejatinya, Kodim 0625/Pangandaran selaku pembangun proyek sudah memasang papan pemberitahuan mengenai kapasitas maksimal jembatan jauh sebelum acara dimulai. Namun, peringatan itu kalah oleh luapan antusiasme warga yang ingin merayakan akses baru di wilayah mereka.

Abai Aturan Saat Euforia

Ketentuan yang dibuat oleh Kodim 0625/Pangandaran sebenarnya cukup tegas. Namun, suasana euforia peresmian membuat banyak orang tidak lagi memperhatikan aturan keselamatan. Begitu pita dipotong, arus massa yang bergerak menuju lokasi acara terjadi hampir bersamaan. Gelombang orang yang melintas di atas dek jembatan memicu kelebihan muatan secara mendadak.

Tak ada yang menyangka, momen yang seharusnya menjadi kegembiraan bagi warga Margacinta justru berakhir dengan kegagalan teknis. Pihak Dispenad mengakui bahwa tingginya antusiasme warga menyebabkan aturan penggunaan jembatan tidak diindahkan sama sekali. Petugas di lapangan pun kewalahan membendung laju massa yang ingin melintasi jembatan tersebut secara serentak.

Langkah Penanganan

Tak menunggu waktu lama, personel Kodim 0625/Pangandaran langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran untuk menutup akses total. Saat ini, garis pembatas sudah terpasang agar tidak ada lagi warga yang mendekat. Lokasi tersebut kini sepenuhnya berada dalam zona isolasi untuk kepentingan perbaikan dan evaluasi teknis yang lebih mendalam.

Tim ahli sedang bekerja memeriksa kekuatan seluruh struktur, khususnya pada bagian sistem pengikat tali sling yang mengalami malfungsi. Evaluasi menyeluruh ini menjadi syarat mutlak sebelum jembatan bisa dioperasikan kembali. Pemerintah daerah dan TNI ingin memastikan tidak ada lagi risiko keselamatan bagi warga saat jembatan kembali dibuka nantinya.

Keberadaan Jembatan Gantung Pongpet sendiri dirancang untuk memangkas hambatan geografis bagi warga Desa Margacinta. Dengan adanya infrastruktur ini, konektivitas antarwilayah diharapkan bisa mendongkrak denyut nadi ekonomi dan sosial penduduk setempat. Fokus utama saat ini tetap pada perbaikan cepat yang terukur agar akses warga tidak terputus terlalu lama.

Hingga saat ini, proses investigasi teknis mengenai mengapa sistem pengikat tersebut gagal menahan beban massa masih terus berjalan. Pihak TNI AD berkomitmen untuk menyempurnakan kembali sistem pengamanan di titik-titik krusial jembatan, termasuk menyusun regulasi akses yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 31 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online