JAKARTA — Henry Cavill kembali jadi bahan pembicaraan setelah Gal Gadot mengkritik cara DC Studios melepas sang aktor dari peran Superman. Dalam pernyataannya, Gadot menilai pergantian besar di tubuh waralaba itu tidak ditangani dengan elegan.
Ucapannya muncul saat ia berbicara dalam acara podkas Happy, Sad, Confused bersama Josh Horowitz. Di sana, pemeran Wonder Woman itu mengaitkan pengalamannya sendiri dengan keputusan studio yang mengubah arah DC Universe setelah James Gunn dan Peter Safran ditunjuk sebagai CEO DC Studios pada 2022.
Henry Cavill dan perubahan arah DC Studios
Perombakan itu berdampak langsung pada posisi sejumlah karakter utama. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah Superman, tokoh yang sebelumnya diperankan oleh Cavill sebelum studio memilih jalan baru.
Situasinya sempat membuat publik bingung. Soalnya, Dwayne Johnson sempat menghadirkan Cavill sebagai kameo dalam film Black Adam pada 2022, lalu Cavill mengumumkan kembalinya sebagai Superman. Tapi arah studio berubah lagi ketika David Corenswet diumumkan sebagai pemeran baru Superman pada Juni 2023 untuk memimpin era baru DC Studios.
Di titik ini, Gal Gadot memilih bicara blak-blakan. Ia menyebut bahwa manajemen dulu sempat menyampaikan hal yang berbeda kepadanya sebelum keputusan lain diambil. “Mereka mengatakan hal sebaliknya kepada saya. Mereka bilang, ‘Kami akan mengembangkannya bersama Anda.’ Namun saya melihat bagaimana orang lain diperlakukan, bukan?
“Situasi Henry tidak ditangani secara elegan, paling tidak bisa dikatakan begitu. Hal yang sama terjadi pada Patty. [Itu] tidak ditangani secara elegan,” kata Gal Gadot, mantan bintang Wonder Woman.
Pernyataan itu membuat nama Henry Cavill kembali menempel pada diskusi yang lebih besar: bagaimana studio besar mengelola transisi karakter ikonik ketika arah kreatif berubah.
Bagi penonton, pergantian semacam ini sering terasa seperti urusan belakang layar, tapi efeknya langsung terasa di layar, di promosi film, dan di harapan penggemar yang sudah terlanjur mengaitkan satu wajah dengan satu tokoh.
Respons Gal Gadot dan dampaknya bagi DC Universe
Meski mengkritik cara studio menangani situasi tersebut, Gadot juga menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan rasa benci terhadap pimpinan baru DC Studios. Ia memahami bahwa para eksekutif punya pandangan sendiri dalam membangun arah waralaba.
“Saya merasa, Anda tahu, kita sudah dewasa dan semuanya baik-baik saja. Ini bahkan bukan tentang mereka. Mereka ada di sana, dan mereka ada untuk melakukan apa yang mereka yakini, dan itu semua baik-baik saja. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan memakai sepatu boot ini dan membuat karakter tersebut begitu dirayakan serta menjadi wadahnya pada saat itu,” ujar Gal Gadot, pemeran Wonder Woman.
Bagi penggemar DC, komentar ini penting karena datang dari salah satu wajah lama waralaba yang ikut merasakan perubahan arah itu dari dalam. Ucapan Gadot juga memperlihatkan bahwa keputusan kreatif di level studio tidak selalu berhenti pada penggantian pemain. Ada rasa kehilangan, ada ekspektasi yang berubah, dan ada pertanyaan soal cara komunikasi yang dipakai saat perombakan dilakukan.
Di saat DC Studios masih bergerak dengan proyek baru, termasuk penayangan serial Lanterns secara berkala setiap hari Minggu di saluran HBO Max, komentar Gadot seperti mengingatkan bahwa proses membangun ulang semesta superhero bukan cuma soal memilih pemeran baru.
Cara melepas yang lama ikut membentuk citra studio di mata publik. Dan di kasus Henry Cavill, kata yang paling sering muncul justru bukan “pergantian”, melainkan “tidak elegan”.
Itu sebabnya nama Henry Cavill masih kuat bertahan dalam percakapan soal DC, meski studio sudah bergerak ke babak berikutnya bersama David Corenswet.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.