NEW YORK — John Galliano membatalkan pameran karyanya yang semula dijadwalkan membuka Met Gala musim semi depan di New York. Keputusan itu ia sampaikan pada Senin, setelah kritik dari para donor dan pemimpin politik kembali mengarah ke komentar antisemitisme dan rasisme anti-Asia yang pernah ia buat.
“After much reflection and discussion with all those involved, I have decided, with great sadness, that it is best for the exhibition not to take place at this time,” Galliano, 65, wrote on Instagram.
Nama Galliano memang langsung menarik perhatian karena proyek ini bukan pameran biasa. Rencana tersebut akan menjadi pembuka menuju salah satu ajang mode paling disorot di New York. Karena itu, keputusan mundur ini terasa besar, bukan cuma bagi Galliano, tapi juga bagi penyelenggara dan publik yang mengikuti perkembangan Met Gala dari tahun ke tahun.
John Galliano dan tekanan dari kritik publik
Dalam pernyataannya, Galliano tidak menutupi beratnya keputusan itu. Ia menyebut keputusan tersebut diambil “with much reflection and discussion with all those involved,” lalu menegaskan bahwa ia merasa sangat sedih karena pameran itu akhirnya tidak jadi digelar saat ini.
Bagian yang paling menyita perhatian ada pada soal tanggung jawab. “I remain fully accountable for the pain caused by my…” tulis Galliano dalam unggahan yang dikutip sumber. Kalimat itu berhenti di tengah, namun nada pengakuannya jelas: ia menempatkan beban masa lalu itu sebagai bagian dari alasan mengapa proyek ini sulit berjalan tanpa penolakan.
Pergeseran seperti ini jarang sederhana. Dunia mode bekerja dengan citra, ingatan, dan reputasi yang menempel lama. Sekali nama seorang desainer memicu luka lama, percakapan tentang karya cepat bergeser ke soal etika, penerimaan publik, dan seberapa jauh lembaga bersedia menanggung risiko.
Apa arti pembatalan pameran ini
Bagi pembaca yang mengikuti Met Gala, kabar ini menunjukkan satu hal: kerja kuratorial di balik acara besar seperti ini tidak pernah lepas dari pertimbangan sosial. Sebuah pameran tidak hanya diukur dari kualitas karya, tapi juga dari siapa yang diberi panggung dan bagaimana publik membaca pilihan itu.
Di titik ini, keputusan Galliano juga menutup ruang bagi perdebatan yang lebih panjang tentang apakah sebuah pameran bisa berdiri sendiri dari masa lalu pembuatnya. Pertanyaan itu kini berpindah ke meja penyelenggara dan pihak-pihak yang terlibat, karena keputusan untuk menunda atau membatalkan pameran sering kali sama beratnya dengan keputusan untuk menggelarnya.
Yang tersisa sekarang adalah langkah berikutnya dari pihak-pihak terkait. Galliano sudah menekan rem, dan ia melakukannya secara terbuka melalui Instagram. “I decided, with great sadness, that it is best for the exhibition not to take place at this time,” tulisnya, menutup ruang spekulasi untuk sementara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.