Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Rahul Gandhi Bela Kriti Sanon soal Kritik Busana Rakhi

Rahul Gandhi Bela Kriti Sanon soal Kritik Busana Rakhi
Rahul Gandhi Bela Kriti Sanon soal Kritik Busana Rakhi

NEW DELHI — Kriti Sanon jadi pusat perdebatan setelah penampilannya dalam iklan perhiasan bertema Raksha Bandhan menuai kritik. Rahul Gandhi ikut bersuara dan membela sang aktor, menegaskan bahwa pilihan pakaian perempuan adalah urusan pribadi.

Dalam unggahan Instagram pada Selasa, pemimpin oposisi di Lok Sabha itu menulis, “What a woman wears, what she does and where she goes – is her choice.” Ia juga menambahkan, “Stop trolling women for exercising their freedom.”

Kriti Sanon menolak ukuran budaya dari pakaian

Respons Rahul muncul setelah Kriti menanggapi kritik atas kampanye yang dirilis menjelang Raksha Bandhan. Iklan itu menampilkan Sanon dalam busana Indo-Western, berupa blus bergaya bralette, cape, dan rok draped saat sedang mengikat rakhi.

Kampanye tersebut sebelumnya juga dipersoalkan oleh aktor sekaligus politisi Kangana Ranaut, yang mempertanyakan pilihan busana Kriti dalam iklan itu. Kritik terhadap iklan itu lalu menyebar di media sosial, dengan sejumlah pengguna mempertanyakan apakah busana Sanon pantas untuk kampanye yang berpusat pada Raksha Bandhan.

Dalam unggahan Instagram, Kriti menyebut soal yang lebih penting dalam perayaan bukanlah pakaian, melainkan perasaan dan makna tradisi yang dijalankan. Ia menulis, “The essence of festivals is not in the clothes you wear, it is in the emotions and meaning you hold for the traditions.”

Sanon juga menyinggung hubungan dengan saudarinya. “Rakshabandhan is a bond of protection. My sister and I tie rakhi to each other. We know we can protect each other no less than a brother would have,” katanya. Ia menambahkan bahwa keduanya saling mendoakan “health, happiness & long life”, dan doa yang sama juga mereka sampaikan untuk anjing-anjing mereka karena “they are family!”

Pertanyaan soal busana perempuan kembali menyeruak

Di titik ini, perdebatan meluas ke isu yang lebih besar: mengapa pakaian perempuan masih kerap dijadikan ukuran penghormatan terhadap budaya. Kriti mengajukan pertanyaan itu secara terang-terangan. “Also, when will we stop telling women what to wear??” tulisnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 26 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir