JAKARTA — Gokuniku Senopati resmi hadir membawa konsep kuliner Jepang yang dibikin lebih akrab bagi lidah Indonesia. Restoran ini membuka outlet pertamanya di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, dengan target 80 persen pengunjung berasal dari konsumen lokal.
Di restoran baru itu, Gokuniku menggabungkan shabu-shabu dan sukiyaki dalam satu konsep. Menu andalannya adalah spicy tomato sukiyaki, hidangan yang memadukan rasa gurih khas Jepang dengan sensasi asam segar dan cabai rawit.
Gokuniku Senopati dan alasan memilih lokasi pertama
CEO Gokuniku, Michael, menjelaskan Senopati dipilih karena karakter pasarnya dinilai sesuai untuk outlet pertama. Ia bahkan menyebut pertimbangannya mengerucut pada dua kawasan yang dianggap paling pas.
“Kalau menurut saya lokasi cuma bisa di daerah Senopati atau di Menteng. Itu maka untuk outlet pertama saya pilih di Senopati,” ujar Michael di Senopati, Senin (24/8).
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Gokuniku tidak sekadar membuka restoran baru, tetapi juga membaca pasar dengan cukup spesifik. Senopati diposisikan sebagai titik awal untuk memperkenalkan menu Jepang yang sudah disesuaikan agar lebih dekat dengan selera lokal.
Langkah ini juga menunjukkan bagaimana bisnis kuliner di Jakarta Selatan masih menjadi arena penting bagi brand baru yang ingin menguji respons pasar. Lokasi yang ramai, karakter pengunjung yang beragam, dan kebiasaan makan di luar rumah membuat kawasan seperti Senopati punya daya tarik tersendiri bagi pemain kuliner Jepang.
Komposisi pengunjung yang dibidik Gokuniku Senopati
Michael memproyeksi komposisi pengunjung Gokuniku Senopati akan didominasi konsumen lokal. Dari total pengunjung yang mampir, porsi itu diperkirakan mencapai 80 persen.
Selebihnya, 10 persen diperkirakan berasal dari masyarakat Jepang dan 10 persen dari wisatawan asing. Michael menyampaikan pembagian itu secara langsung saat ditemui di Senopati.
“Lokalnya 80 persen, Jepang 10 persen, turisnya 10 persen,” tuturnya.
Angka itu penting karena memperlihatkan arah bisnis Gokuniku sejak awal. Restoran ini tidak menempatkan diri sebagai tempat makan Jepang yang eksklusif hanya untuk satu segmen. Justru sebaliknya, konsepnya diarahkan agar bisa diterima lebih luas oleh pengunjung di Jakarta.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.