Kamis, 3 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Sanksi Iran, Witkoff Bertemu Pejabat Kuat UEA di Sardinia

Witkoff dan sanksi Iran dibahas di meja diplomatik
Pertemuan Steve Witkoff dengan pejabat UEA berlangsung saat AS memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — sanksi Iran ikut dibahas utusan Gedung Putih Steve Witkoff saat ia bertemu penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab, Sheikh Tahnoon Bin Zayed al Nahyan, akhir pekan lalu di pulau Sardinia, Mediterania. Pertemuan yang tidak diumumkan Gedung Putih itu membahas langkah berikutnya dalam krisis Iran, menurut dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut.

Isi pembicaraan ini penting karena berlangsung di saat pemerintahan Trump mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz sambil terus menekan ekonomi Iran. UEA sendiri memegang peran kunci dalam operasi yang dipimpin AS untuk mengawal kapal tanker minyak melewati jalur strategis itu.

Sanksi Iran dan peran penting UEA

Sheikh Tahnoon, yang akrab disebut TBZ, bukan sosok biasa di Abu Dhabi. Ia adalah saudara Presiden Mohammed bin Zayed, menjabat penasihat keamanan nasional sekaligus wakil penguasa Abu Dhabi, dan mengawasi kepentingan investasi serta teknologi UEA yang sangat besar.

Menurut sumber, Witkoff dan TBZ bertukar pikiran soal langkah berikutnya dalam krisis Iran serta membahas isu lain. Gedung Putih tidak memberikan komentar atas permintaan yang diajukan.

Di saat yang sama, UEA juga menjadi mitra penting dalam tekanan ekonomi AS terhadap Iran. Tanpa kerja sama Abu Dhabi, kampanye ini bakal jauh lebih sulit dijalankan. Soalnya, banyak jalur bisnis Iran selama ini berputar lewat pusat perdagangan kawasan, terutama Dubai.

Operasi Economic Outcast mulai bergerak

Pertemuan itu berlangsung beberapa hari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan “Operation Economic Outcast”, janji untuk menjatuhkan sanksi berat kepada negara dan entitas yang berbisnis dengan Iran. Menurut sumber yang mengetahui percakapan telepon, Bessent juga berbicara dengan TBZ sebelum pengumuman itu keluar.

Pada hari yang sama dengan pertemuan Witkoff dan TBZ, Departemen Keuangan AS bergerak untuk memutus cabang-cabang Banque Misr di UEA dari sistem keuangan Amerika Serikat karena transaksi bank itu dengan Iran. Langkah yang diusulkan akan memblokir transaksi dolarnya.

Bank sentral UEA menyatakan akan melakukan pemeriksaan mendesak terhadap transaksi yang dilakukan cabang bank Mesir itu dengan Iran. Pemeriksaan ini menambah tekanan pada jaringan bisnis yang sudah berada di bawah sorotan Washington.

UEA menghentikan seluruh transaksi dengan Iran

Beberapa hari sebelum pengumuman sanksi dari pemerintahan Trump, UEA memutuskan menghentikan seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran. Langkah ini tergolong dramatis karena UEA, terutama Dubai, lama menjadi pusat perdagangan dan re-ekspor utama bagi Iran.

Perdagangan kedua negara pada 2024 mencapai $28 billion. Angka itu menunjukkan betapa rapatnya hubungan ekonomi yang kini mulai diputus secara sengaja oleh Abu Dhabi.

Sumber kedua yang mengetahui persoalan itu mengatakan pejabat Emirat telah memberi tahu pemerintah Trump bahwa tekanan ekonomi terhadap Iran hanya akan efektif jika semua negara kunci yang masih berdagang dengan Teheran ikut dilibatkan.

Di balik layar, keputusan UEA tidak lahir semata karena ancaman sanksi sekunder AS. Dua sumber menyebut faktor keamanan ikut memanaskan situasi.

Pada 11 Agustus, delegasi Iran datang ke Abu Dhabi untuk pembicaraan diplomatik tingkat rendah dengan pejabat UEA. Dalam pertemuan itu, sumber mengatakan pihak Iran menyatakan ingin meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan, setelah sebelumnya Iran menembakkan ribuan rudal dan drone ke UEA selama perang.

Iran bahkan meminta bantuan untuk mengamankan pangan dan obat-obatan, serta mendesak Emirat agar tidak bekerja sama dengan sanksi AS. Permintaan itu langsung ditolak, menurut sumber.

Namun dalam beberapa hari berikutnya, IRGC meningkatkan serangan terhadap tanker milik perusahaan minyak nasional UEA yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Emosi pejabat Emirat memuncak. Mereka lalu memutuskan menangguhkan seluruh bisnis dengan Iran.

Tekanan diplomatik AS meluas

Pergerakan Washington belum berhenti di Abu Dhabi. Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menginstruksikan seluruh kedutaan AS di dunia untuk mengirimkan demarche diplomatik resmi soal Operation Economic Outcast ke tingkat tertinggi pemerintahan negara tuan rumah.

Kedutaan AS diperintahkan meminta negara-negara itu “segera dan secara sistematis” memutus seluruh perdagangan dengan Iran serta mengidentifikasi aktivitas bisnis ilegal Iran. Pesan itu juga menegaskan bahwa negara, perusahaan, dan individu yang tetap berbisnis dengan Iran berisiko terkena sanksi dan diputus dari sistem dolar.

Seorang pejabat mengatakan pesan khusus dikirim ke pos diplomatik AS di Abu Dhabi, Muscat, Hong Kong, Doha, London, Berlin, dan beberapa ibu kota di Asia Tengah. Instruksi itu mencakup permintaan agar pemerintah tuan rumah menutup seluruh cabang bank Melli dan Saderat milik Iran yang berafiliasi dengan IRGC.

Di Washington, pemerintah Trump kini menyiapkan satuan tugas antarlembaga untuk mengoordinasikan penerapan dan penegakan kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran. Langkah ini menandai fase yang lebih keras, dan negara-negara yang masih memiliki hubungan dagang dengan Iran kemungkinan akan ikut terseret ke barisan berikutnya.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda