WASHINGTON — tukar lahan Yosemite tengah dipertimbangkan pemerintahan Trump untuk membuka jalan privat yang menghubungkan sebuah lodge dan kabin sewa ke taman nasional itu. Skema ini disebut melibatkan 1,1 acres di Yosemite yang akan ditukar dengan lahan setara di California.
Dampaknya langsung terasa pada satu hal: arah pengelolaan lahan taman nasional terbesar di Amerika Serikat itu bisa bergeser dari konservasi ke kepentingan komersial. Kritik sudah muncul sejak awal karena proposal ini menyentuh kawasan yang tiap tahun diserbu lebih dari empat juta pengunjung.
Tukar lahan Yosemite dan rencana jalan ke properti privat
Menurut laporan yang dikutip The Washington Post, lahan milik Kementerian Dalam Negeri AS itu akan digunakan untuk menghubungkan jalan raya di dalam Yosemite ke properti milik pengembang Jeff Pori, yang berada tepat di luar batas barat taman. Perusahaan berbasis Nevada, Kingsbarn Realty Capital, berada di balik rencana pengembangan di atas lahan seluas 83-acre itu.
Di lahan tersebut, Kingsbarn berharap membangun akomodasi sewa jangka pendek dan sebuah lodge untuk wisatawan. Pori menolak anggapan bahwa proyek itu adalah “compound for rich guys,” seperti yang dilontarkan para pengkritik.
Proyeknya belum selesai dirancang. Tapi penolakan datang lebih dulu, karena banyak pihak menilai Yosemite dipakai untuk keuntungan pribadi.
Kritik keras dari pegiat konservasi
Neal Desai dari National Parks Conservation Association mengatakan rencana itu akan mendorong pembangunan komersial besar-besaran. “It’s for a massive commercial development,” kata Desai kepada Post. “This is to help a real estate developer make a massive windfall off of property that never had direct private access to a national park, full stop.”
Desai juga menilai Yosemite justru akan makin padat. Menurut dia, kemacetan sudah terjadi sejak pemerintahan Trump menghapus sistem reservasi yang sebelumnya membantu mengatur arus kendaraan pengunjung.
Masalahnya nyata di lapangan. Pengunjung kerap menunggu lama untuk masuk ke Yosemite, lalu masih harus berputar mencari parkir di sekitar trailhead di lembah taman. Desai menggambarkan kondisi itu sebagai “complete chaos.”
Alasan pengembang: sebar wisatawan, kurangi sesak
Pori memberi pembelaan dengan menyebut proyek itu akan menyebarkan wisatawan dan mengurangi kepadatan di area penginapan yang sudah ada di dalam taman. “It’s about safety, convenience and adding something to the park so that it would be a nice place for people to come to. And the fact that it’s a long way away from where the other lodging is, which is congested,” kata Pori.
Argumen itu penting karena menyentuh pertanyaan yang lebih besar: apakah fasilitas baru memang membantu pengunjung, atau justru membuka pintu untuk penggunaan lahan publik demi proyek swasta. Di Yosemite, batas antara akses wisata dan komersialisasi tampak semakin tipis.
Rencana tukar lahan Yosemite ini sudah mendapat dukungan dari pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri, menurut sumber yang dikutip NOTUS, media pertama yang melaporkan kabar tersebut. Namun pemerintah belum masuk ke tahap final.
Jalur hukum masih panjang
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Elizabeth Peace, mengatakan kepada The Washington Post bahwa bila proposal yang lebih konkret diajukan, rencana itu akan tunduk pada hukum federal dan proses peninjauan. Proses itu mencakup komentar publik dan penilaian lingkungan.
Peace juga mengatakan pertukaran lahan tidak selalu memerlukan persetujuan anggaran Kongres jika pihak pengusul bersedia menanggung semua biaya yang terkait. Tapi, tergantung pada nilai taksir properti yang terlibat, pemberitahuan atau persetujuan Kongres bisa saja tetap dibutuhkan sebelum pertukaran selesai.
Secara praktik, National Park Service biasanya hanya memindahkan lahan dengan persetujuan Kongres. Ada pengecualian untuk penyesuaian kecil pada batas taman, selama tujuannya konservasi. Itu sebabnya kasus Yosemite ini langsung dipantau ketat.
Lebih jauh, Land and Water Conservation Fund menjadi salah satu instrumen yang sering dipakai untuk melindungi kawasan alam, dengan dana permanen tahunan sebesar $900 million lewat Great American Outdoors Act of 2020. Program bipartisan yang berdiri sejak 1964 itu menggunakan pendapatan dari leasing minyak dan gas lepas pantai untuk membeli tanah, hak air, dan easement konservasi.
Masalahnya, daftar yang dikirim pemerintahan Trump ke anggota subkomite alokasi Senat untuk Interior pada awal tahun ini memang memuat pertukaran lahan Yosemite untuk transaksi dana tahun fiskal 2026. Tapi Kongres belum memajukan proyek itu.
Senator Jeff Merkley dari Oregon dan Lisa Murkowski dari Alaska, dua anggota teratas subkomite tersebut, telah memberi daftar proyek yang mereka setujui untuk dilanjutkan. Yosemite tidak masuk di dalamnya. Juru bicara Merkley mengatakan proyek itu tidak termasuk karena senator tersebut menolak.
Lahan yang dibidik untuk pertukaran berada di Tuolumne dan Mariposa counties. Sementara itu, lahan yang akan diterima pemerintah sebagai gantinya “may be in a different county,” menurut dokumen yang diserahkan ke Kongres. Desai memperingatkan, bila pertukaran lahan ini disahkan untuk keuntungan komersial, bukan konservasi, maka preseden yang lahir bisa berbahaya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.