Microsoft belum membuka detail lengkap soal konsol Xbox terbaru yang sedang digarap dengan nama Project Helix. Yang paling ditunggu belum dijawab juga: apakah perangkat itu masih akan membawa disc drive untuk game fisik, atau melangkah penuh ke format digital.
Sharma enggan mengunci arah Project Helix
CEO Xbox Asha Sharma memilih tidak memberi kepastian saat berbicara kepada BBC pada Selasa, 1 September 2026. Ia menekankan satu hal yang menurutnya paling penting bagi pemain: koleksi game harus tetap bisa dibawa ke mana pun.
“Baik Anda memainkan game fisik maupun game digital, sangat penting agar koleksi game Anda dapat dibawa ke mana pun Anda berada,” kata Sharma. Ia menambahkan bahwa Microsoft berkomitmen menjaga pengalaman bermain yang baik, tanpa mengunci pilihan pemain ke satu format saja.
Pernyataan itu langsung memantik spekulasi. Pasalnya, industri game memang terus bergeser dari kepingan fisik ke distribusi digital. Tapi Sharma tak menutup pintu untuk media fisik. Ia justru menggarisbawahi soal pilihan. Di titik ini, publik belum mendapat jawaban tegas apakah Project Helix bakal hadir dalam dua varian, disc dan digital, atau memilih salah satunya.
Isu disc drive ikut menempel pada transisi industri
Keraguan soal disc drive bukan muncul dari ruang hampa. Microsoft sedang berada di tengah perubahan besar dalam ekosistem Xbox, sementara konsumen masih terbagi antara pemain yang nyaman membeli game digital dan mereka yang masih setia pada koleksi fisik. Sharma, menurut kutipan yang beredar, juga menyatakan ingin memastikan orang-orang tetap punya opsi. Kalimatnya singkat, tapi efeknya panjang. Banyak yang membaca itu sebagai sinyal bahwa Microsoft belum memutuskan jalan akhir untuk konsol barunya.
Kondisi ini menarik karena Xbox tak cuma berhadapan dengan urusan perangkat keras. Keputusan soal format game akan ikut memengaruhi cara konsol itu dipasarkan, dijual, dan diterima pasar. Kalau disc drive benar-benar absen, Microsoft bisa semakin menegaskan arah digital penuh. Jika tetap tersedia, perusahaan memberi napas untuk pasar lama yang belum sepenuhnya mau pindah.
Bayang-bayang GTA 6 ikut menekan konsol baru
Di saat Microsoft masih menahan detail Project Helix, pasar game justru sudah sibuk menatap peluncuran Grand Theft Auto 6. Rockstar menyebut gim itu akan berdurasi sekitar 80 jam untuk menyelesaikan cerita utama dan sejumlah tujuan opsional. Waktu main sepanjang itu membuat banyak pemain mempertimbangkan platform mana yang paling siap untuk menampung game raksasa seperti ini.
Rockstar juga memastikan GTA 6 akan berjalan pada 30fps di PS5, Xbox Series X, dan Xbox Series S saat rilis. Informasi itu disampaikan Rob Nelson dari Rockstar North kepada kreator konten Davy Jones. Untuk mode 60fps, Rockstar masih berkonsultasi dengan tim teknis. Belum ada kepastian soal dukungan di PS5 Pro. Jadwal rilisnya pun sudah jelas: 19 November untuk PS5, Xbox Series X, dan Series S.
Masalahnya, promosi GTA 6 sendiri sempat memicu kegelisahan di kalangan gamer Xbox. Kampanye pemasaran yang sangat lekat dengan PlayStation membuat sebagian orang menilai Xbox seperti tersisih dari arus besar promosi. Di saat yang sama, Microsoft justru belum memberi jawaban terang soal masa depan perangkat Xbox berikutnya. Dan itu membuat satu pertanyaan makin berat: ketika game besar seperti GTA 6 sudah siap mendarat, Xbox baru nanti akan datang dengan format apa?

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.