JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengumumkan mutasi besar-besaran. Kali ini, 27 Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) mendapat penugasan baru di jabatan strategis Polri.
Penggeseran personel perwira tinggi itu tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026, yang diterbitkan 30 Agustus 2026 lalu. Secara keseluruhan, mutasi kali ini melibatkan 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan pergerakan ini bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan pengembangan karier. “Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel.
Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Isir di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Setiap penempatan didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap kebutuhan organisasi, kompetensi individu, dan pengalaman yang telah dimiliki. Proses ini dilakukan untuk memastikan setiap perwira ditempatkan pada posisi yang paling optimal.
Daftar 27 Brigjen Pol yang Dimutasi
Berikut nama-nama Brigadir Jenderal Polisi yang mendapat penugasan baru:
1. Brigjen Pol Yudo Hermanto
Dari: Karopaminal Divpropam Polri
Ke: Kapolda Sulut
2. Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru
Dari: Kapolda Papua Barat Daya
Ke: Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri
3. Brigjen Pol Hengki Haryadi
Dari: Wakapolda Riau
Ke: Kapolda Papua Barat Daya
4. Brigjen Pol Simon Zet Ringu
Dari: Wakapolda Gorontalo
Ke: Wakapolda Riau
5. Brigjen Pol Stephen Maleachi Napiun
Dari: Wakapolda Malut
Ke: Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri
6. Brigjen Pol Slamet Hariyadi
Dari: Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri
Ke: Wakapolda Malut
7. Brigjen Pol Awi Setiyono
Dari: Wakapolda Sulut
Ke: Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri
8. Brigjen Pol Susetio Cahyadi
(Data lengkap berlanjut sesuai sumber resmi Polri)
Pola Penempatan: Dari Daerah ke Lembaga Pendidikan
Dari daftar yang tersedia, terlihat pola penempatan cukup beragam. Beberapa perwira pindah antarkepolisian daerah (Polda), sementara sejumlah lain dialihkan ke institusi pendidikan kepolisian seperti Sespim Lemdiklat Polri sebagai pengajar (Widyaiswara Kepolisian Utama).
Strategi ini mencerminkan upaya Kapolri untuk memanfaatkan pengalaman perwira senior dalam mentransfer pengetahuan kepada generasi perwira muda. Penempatan di lembaga diklat dianggap posisi strategis untuk membentuk pemimpin Polri masa depan.
Mekanisme Mutasi Polri
Mutasi besar-besaran yang melibatkan ratusan perwira Polri merupakan praktik rutin. Namun, penerbitan tiga surat telegram sekaligus pada 30 Agustus 2026 menunjukkan skala signifikan dari reorganisasi kali ini.
Keputusan penempatan personel Polri selalu mempertimbangkan tiga faktor utama: kebutuhan organisasi di tingkat pusat maupun daerah, kompetensi teknis dan kepemimpinan individu, serta tantangan operasional yang akan dihadapi di posisi baru.
Dengan melibatkan 27 Brigjen Pol dari total 424 perwira yang dimutasi, penugasan ini menunjukkan fokus Kapolri pada penataan kepemimpinan tingkat menengah-atas di internal Polri. Posisi Brigjen Pol merupakan jenjang senior dalam struktur kepolisian dan memiliki pengaruh signifikan pada operasional di lapangan.
Pengumuman resmi mutasi ini menjadi bagian dari komitmen Listyo Sigit Prabowo dalam memperkuat stabilitas organisasi dan memastikan setiap perwira ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan tugas masing-masing.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.