Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Hendry Munief dorong hilirisasi kopi agar petani dan pengusaha untung

Hendry Munief dorong hilirisasi kopi agar petani dan pengusaha untung
Hendry Munief dorong hilirisasi kopi agar petani dan pengusaha untung

SEMARANGAnggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan hilirisasi industri kopi nasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memastikan petani dan pelaku usaha mendapat manfaat ekonomi lebih besar.

Munief menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Santos Jaya Abadi di Semarang, Jawa Tengah, pada 4–5 September 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat langsung bagaimana industri kopi lokal beroperasi dan mengidentifikasi peluang pengembangan.

Potensi Kopi Indonesia yang Besar

Indonesia memiliki potensi besar dalam industri kopi. Negara ini menjadi produsen kopi terbesar keempat dunia, namun belum memaksimalkan nilai tambah melalui pengolahan hilir. Saat ini, sebagian besar kopi Indonesia masih dijual dalam bentuk biji mentah atau semi-olahan, yang artinya keuntungan finansial tersebar di rantai pasok global daripada tetap di tangan petani lokal.

Hilirisasi — proses mengubah bahan baku menjadi produk jadi atau setengah jadi — menjadi kunci untuk mengubah dinamika ini. Dengan mengolah kopi menjadi produk minuman siap minum, kopi specialty, atau turunan lainnya, Indonesia dapat merebut margin keuntungan yang jauh lebih tinggi.

Mengapa Hilirisasi Penting bagi Petani

Petani kopi Indonesia saat ini menerima harga yang relatif rendah karena mereka hanya memasok bahan baku. Ketika kopi diolah menjadi produk bernilai tinggi dan dijual langsung ke konsumen atau pasar internasional, petani bisa masuk dalam rantai nilai yang lebih menguntungkan.

Misalnya, kopi biji mentah saat ini bernilai Rp10.000–15.000 per kilogram. Namun, kopi yang telah disangrai, digiling, dan dikemas sebagai produk konsumen dapat mencapai nilai 10–20 kali lipat lebih tinggi. Selisih nilai ini, jika didistribusikan dengan adil, dapat mengubah kondisi ekonomi petani kopi Indonesia secara signifikan.

Pengusaha UMKM dan industri skala menengah juga akan mendapat peluang lebih besar untuk tumbuh. Mereka bisa mengembangkan brand lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Komitmen Komisi VII

Kunjungan kerja Komisi VII ke PT Santos Jaya Abadi menunjukkan komitmen legislator untuk memahami tantangan industri kopi secara mendalam. Dengan meninjau fasilitas produksi, tim dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan industri.

Dukungan dari Komisi VII melalui Hendry Munief diharapkan akan terjemahkan dalam bentuk insentif pajak, fasilitasi ekspor, pelatihan teknis bagi UMKM, dan regulasi yang mendukung pertumbuhan sektor hilir kopi nasional. Langkah-langkah kebijakan ini sangat penting mengingat persaingan global dalam industri kopi semakin ketat.

Dengan fokus pada hilirisasi, Indonesia tidak hanya meningkatkan pendapatan petani dan pengusaha, tetapi juga memperkuat posisi negara di pasar kopi global yang bernilai ratusan miliar dolar per tahun.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 7 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online