Suasana kantor Bank Sulteng yang biasanya tenang mendadak riuh oleh kehadiran rombongan tak lazim. Bukan nasabah yang datang membawa keluhan layanan, melainkan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sah, dr.
Putri Mulia Hasibuan, datang menggerebek tempat kerja seorang pegawai bank bernama Priscilla Putri Agan. Tidak tanggung-tanggung, ia datang dengan pengawalan sekitar 20 personel polisi berseragam lengkap.
Aksi dramatis di depan kantor ini sontak menghentikan aktivitas karyawan dan membuat mata pengunjung tertuju pada keributan di depan pintu masuk.
Nama dr. Putri Mulia Hasibuan sendiri bukan orang sembarangan. Ia merupakan dokter kecantikan asal Surabaya.
Kabar yang beredar di linimasa menyebutkan bahwa dirinya memiliki latar belakang keluarga yang cukup berpengaruh, yakni putri dari seorang jenderal polisi serta keponakan dari Kapolda Sulawesi Tengah.
Fakta inilah yang membuat kehadiran puluhan aparat di lokasi kejadian memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet. Banyak yang bertanya-tanya, apakah pengerahan personel berseragam ini merupakan prosedur resmi atau sekadar tindakan personal yang membawa-bawa otoritas keluarga.
Bukti Transfer hingga Mobil Honda HR-V
Dokter Putri tidak datang sekadar untuk melabrak atau berteriak di depan umum. Ia membawa “amunisi” berupa tumpukan dokumen yang diklaim sebagai bukti perselingkuhan suaminya dengan oknum pegawai bank tersebut.
Rekaman layar percakapan mesra, riwayat transfer uang dalam jumlah tertentu, hingga tagihan belanjaan disodorkan sebagai landasan aksi penggerebekannya. Tak sampai di situ, ia juga membawa data mengenai tiket pesawat dan reservasi hotel yang diduga digunakan oleh pasangan selingkuh tersebut.
Satu poin yang paling menyedot perhatian publik adalah klaim mengenai kepemilikan mobil. Putri menuding bahwa sebuah unit Honda HR-V merupakan hasil dari aliran dana yang tidak wajar.
Dokumen-dokumen ini ia paparkan di depan umum dengan penuh emosi, menuntut pertanggungjawaban atas apa yang ia sebut sebagai pengkhianatan dalam pernikahan.
Meski narasi ini viral dengan cepat di berbagai platform media sosial, hingga detik ini, keabsahan dan keterkaitan bukti-bukti tersebut masih sebatas klaim sepihak. Belum ada otoritas hukum yang menyatakan validitas dokumen-dokumen yang dibawa oleh sang dokter tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.