Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

ITS Kembangkan AngetKnee dan Elevaid Chair untuk Bantu Lansia

ITS Kembangkan AngetKnee dan Elevaid Chair untuk Bantu Lansia
ITS Kembangkan AngetKnee dan Elevaid Chair untuk Bantu Lansia. (Ilustrasi: AI)

Surabaya menjadi tempat lahir dua alat baru dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diarahkan untuk menjawab masalah yang paling sering dihadapi warga lanjut usia: nyeri lutut dan sulit berpindah posisi. Tim mahasiswa dan dosen ITS pada 7 September 2026 memamerkan AngetKnee dan Elevaid Chair, dua rancangan yang sudah melewati serangkaian uji awal untuk melihat konfigurasi paling pas bagi pengguna.

AngetKnee hadir sebagai perangkat terapi lutut yang memadukan penyangga, panas, dan getaran dalam satu alat ringkas. Sementara itu, Elevaid Chair bekerja dengan mekanisme elektrik untuk membantu pemindahan pasien tanpa perlu banyak mengangkat tubuh secara manual. Dua inovasi ini menyasar kebutuhan yang sangat konkret. Bukan sekadar alat laboratorium. Bagi keluarga dengan anggota lansia, keluhan lutut kaku atau proses memindahkan pasien dari kursi ke tempat tidur sering jadi pekerjaan harian yang melelahkan.

AngetKnee dirancang ringkas untuk terapi harian

Ketua tim pengembang, Maulana Yusuf Izzuddin, menjelaskan bahwa AngetKnee disusun dengan konsep portabel agar fungsi penyangga dan terapi panas-getaran bisa dipakai dalam satu perangkat. Dari penjelasan tim, arah pengembangannya jelas: alat ini tidak dibuat besar atau rumit, melainkan praktis untuk penggunaan yang dekat dengan rutinitas lansia. Ada kebutuhan supaya alat mudah dibawa, mudah dipasang, dan tetap memberi rasa nyaman.

Di lapangan, nyeri lutut sering membuat lansia membatasi gerak. Jalan pelan. Naik turun tangga jadi berat. Bahkan berdiri lama terasa menyiksa. Pada titik itu, perangkat seperti AngetKnee diharapkan memberi bantuan yang lebih terukur. Tim ITS tidak berhenti di desain awal. Mereka sudah menjalankan pengujian untuk mencari bentuk dan kemampuan yang paling sesuai. Artinya, alat ini tidak langsung dilepas begitu saja. Ada proses penyempurnaan yang terus berjalan.

Elevaid Chair bantu perpindahan pasien lebih ringan

Elevaid Chair menawarkan pendekatan berbeda. Kursi ini memakai sistem elektrik untuk memudahkan pemindahan pasien tanpa banyak mengandalkan tenaga angkat manual. Dalam konteks perawatan harian, fungsi semacam ini punya nilai besar. Banyak keluarga dan pendamping pasien menghadapi beban fisik saat memindahkan orang tua dari satu posisi ke posisi lain. Tenaganya habis di situ. Kadang bahu ikut sakit, punggung pegal. Alat bantu semacam Elevaid Chair ingin mengurangi beban itu.

Yang menarik, ITS menempatkan kedua inovasi ini dalam jalur yang sama: pengembangan yang tidak berhenti pada ide. Tim penggagas melakukan pengujian berulang untuk mencari kombinasi terbaik. Cara kerja seperti ini penting karena kebutuhan pengguna lansia tidak selalu seragam. Ada yang butuh penyangga lebih kuat, ada yang lebih cocok dengan panas yang terasa lembut, ada pula yang membutuhkan bantuan perpindahan yang stabil.

ITS dorong inovasi kesehatan dari kampus

Langkah ini sejalan dengan fokus ITS yang sebelumnya juga mendorong riset di bidang kesehatan dan kecerdasan artifisial melalui PUI-AIHeS. Dalam peresmian pusat unggulan itu pada 2020, kampus menargetkan riset tidak berhenti di konsep, tetapi bergerak sampai tahap prototipe, sertifikasi, dan produksi. Pola pikir itu tampak berlanjut dalam pengembangan AngetKnee dan Elevaid Chair: mulai dari ide, diuji, lalu diarahkan ke bentuk yang lebih siap dipakai.

Bagi ITS, tantangannya bukan cuma menciptakan alat baru. Yang lebih sulit justru memastikan alat itu benar-benar cocok dipakai manusia, terutama kelompok lansia yang paling sensitif terhadap kenyamanan dan keamanan. Karena itu, pengujian jadi kunci. Dan di titik ini, Maulana Yusuf Izzuddin menegaskan arah timnya: membuat teknologi yang ringkas, portabel, dan relevan dengan kebutuhan nyata di rumah maupun ruang perawatan. Langkah berikutnya tinggal menunggu, sampai sejauh mana dua rancangan ini bisa naik kelas dari prototipe menuju penggunaan yang lebih luas.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 7 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis