JAKARTA — Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memicu spekulasi serius tentang nasib FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan diselenggarakan Indonesia. Penyebaran abu vulkanik ke Jakarta, Bandung, dan wilayah sekitarnya membuat publik bertanya-tanya apakah turnamen berhadiah besar ini bisa berjalan lancar pada akhir September mendatang.
Turnamen dijadwalkan berlangsung 26 September hingga 6 Oktober 2026. Timnas Indonesia akan tampil sebagai tuan rumah di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, dengan pertandingan fase grup dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung juga disiapkan sebagai salah satu venue resmi turnamen.
Masih ada sekitar tiga pekan sebelum kompetisi dimulai. Namun, aktivitas vulkanik yang meningkat dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran nyata tentang kualitas udara dan keselamatan peserta serta penonton. Spekulasi di media sosial, khususnya akun Goal Verse di platform X, menyatakan “FIFA ASEAN Cup terancam batal digelar di Indonesia akibat erupsi,” yang dimuat Senin (7/9/2026).
Kekhawatiran utama berpusat pada dua hal: kualitas udara yang memburuk akibat abu vulkanik dan dampak potensial terhadap keselamatan apabila sebaran debu masih berlanjut saat pertandingan berlangsung. Masyarakat di berbagai daerah sudah mendapat imbauan untuk menggunakan masker sebagai perlindungan diri.
Dampak Nyata Terhadap Penerbangan dan Mobilitas
Erupsi Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan dampak nyata pada sektor penerbangan. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin (7/9/2026), sebaran abu vulkanik terdeteksi di sejumlah wilayah dan berdampak langsung terhadap operasional penerbangan nasional.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara, dan AirNav Indonesia mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang membatasi penerbangan internasional hingga 11 September.
Dampak ini sudah dirasakan tim-tim olahraga nasional.
Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa 32 personel atlet dari berbagai cabang (basket, anggar, dan tim manajemen) harus dialihkan ke Surabaya untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Piala Asia U-20 2027 di Jepang.
“Kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan maskapai internasional. Tim kami akan terbang dari Surabaya menuju Singapura dan dilanjutkan ke Nagoya,” kata Todotua.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.