PORTO — Manchester City membuka kampanye Liga Champions mereka dengan hasil positif setelah menundukkan FC Porto 2-0 di Estadio do Dragao, Selasa malam waktu setempat. Dua gol Erling Haaland di babak kedua memastikan tiga poin bagi tim asuhan Enzo Maresca, sekaligus menempatkan mereka di puncak klasemen fase liga.
Ketajaman Haaland kembali menjadi pembeda. Penyerang asal Norwegia itu memecah kebuntuan pada menit ke-47 melalui umpan Enzo Fernandez, sebelum melengkapi kemenangannya dengan gol kedua di masa tambahan waktu. Penampilan ini membawa catatan golnya menjadi 36 di kompetisi antarklub Eropa tersebut, menyamai rekor Sergio Aguero sebagai pencetak gol terbanyak City di Liga Champions.
Ketergantungan pada Sang Predator
Di balik kemenangan ini, muncul pertanyaan krusial mengenai kedalaman skuad Manchester City. Kepergian Omar Marmoush ke Tottenham bulan lalu meninggalkan lubang besar di posisi penyerang tengah.
Tanpa pelapis murni bagi Haaland, Maresca kini harus mengandalkan pemain sayap seperti Antoine Semenyo atau gelandang serang Phil Foden untuk mengisi peran sentral jika sang striker utama perlu diistirahatkan.
Manajer Enzo Maresca menyadari tantangan ini. Ia mengungkapkan niatnya untuk memberikan waktu istirahat bagi Haaland di tengah jadwal padat. Sejak Juni 2025, Haaland telah melakoni 73 pertandingan untuk klub dan negara.
Menurut Maresca, memberikan rehat adalah langkah krusial untuk menjaga kondisi fisik pemain agar terhindar dari risiko cedera, terlebih mengingat peran Haaland kini sebagai seorang ayah yang membuatnya lebih matang secara mental di luar lapangan.
Potensi Masalah di Lini Belakang
Selain ketergantungan pada lini depan, performa kiper Gianluigi Donnarumma menjadi sorotan lain bagi suporter. Meskipun City sukses mengamankan kemenangan atas Porto, Donnarumma tampak tidak stabil dalam beberapa kesempatan.
Kesalahan hampir fatal yang dilakukannya saat menghadapi Coventry di liga domestik, ditambah ketidaknyamanan saat menguasai bola di bawah tekanan, menjadi alarm bahaya bagi lini pertahanan tim.
Kehadiran Haaland sejauh ini mampu menutupi celah di sektor kiper. Namun, jika efektivitas gol sang penyerang menurun, fokus publik tentu akan beralih pada rentannya pertahanan yang dikawal kiper asal Italia tersebut. Ketajaman di depan gawang memang menjadi definisi City musim ini, namun stabilitas di pos kiper akan menjadi ujian nyata bagi Maresca untuk tetap kompetitif di semua ajang.
Ke depan, rotasi pemain akan menjadi kunci bagi Manchester City untuk tetap menjaga momentum. Keputusan Maresca dalam memilih pelapis Haaland saat menghadapi jadwal padat akan menentukan apakah City mampu menutupi celah tanpa harus mengorbankan hasil pertandingan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.