JAKARTA — konvensi tengah semester Trump yang pertama kali digelar Partai Republik di Dallas, Texas, pada 9 dan 10 September menuai kritik dari internal partai sendiri. Acara di American Airlines Center itu disebut sejumlah operatif GOP sebagai jebakan biaya mahal, minim minat, dan buruk secara citra, menurut laporan baru yang dikutip Puck News.
Masalahnya bukan cuma soal panggung politik. Konvensi ini datang hanya beberapa bulan sebelum pemilu sela November, saat setiap gerak Donald Trump dan Partai Republik akan dibaca sebagai sinyal kekuatan atau justru beban bagi kandidat di daerah rawan.
Konvensi tengah semester Trump memicu kritik dari dalam partai
Trump mengumumkan acara itu di Truth Social pada Juni. Ia menulis, “We are going to celebrate the GREAT AMERICAN COMEBACK, and the incredible successes of the American People who transformed our Country through the America First Agenda,” lalu menambahkan, “It will be a RALLY like none other!”
Tapi narasi di lapangan jauh lebih dingin. Menurut Puck News, seorang strategis GOP menyebut acara itu “s*** show”. Seorang strategis Partai Republik lainnya bahkan menyebutnya sebagai “yet another opportunity to shake down corporate America”, menyorot keberadaan sponsor korporasi di acara yang tidak menjadwalkan bisnis resmi partai.
Biaya tiket juga jadi sumber ganjalan. Menurut tiga sumber yang berbicara kepada outlet itu, National Republican Campaign Committee meminta anggota DPR membayar $25,000 untuk diri mereka sendiri dan satu pendamping. Di level atas, sebagian legislator diminta menyumbang $100,000. Namun minat untuk hadir disebut sangat kecil.
Jadwal Dallas dan tarif tinggi bikin banyak pihak ragu
Masalah citra makin bertambah karena waktu penyelenggaraan. Acara itu dijadwalkan sehari sebelum peringatan 25 tahun serangan teroris 11 September 2001. Bagi sebagian operatif, pilihan tanggal itu terasa janggal untuk acara pesta politik besar.
Seorang strategis kampanye mengatakan, “Nobody understands why we’re doing a midterm convention,” seraya menilai acara itu hanya akan menjadi pertunjukan lain dari Trump yang kembali mengingatkan pemilih bahwa ia masih berada di pusat panggung. “It’s just another show that Trump is going to put on to remind the voters that he is sitting there, and maybe they don’t want to be reminded of that.”
Masalah lain datang dari kalender olahraga. Pada 9 September, konvensi akan bersaing dengan laga pembuka musim reguler NFL antara Seattle Seahawks dan New England Patriots. Di hari kedua, San Francisco 49ers akan melawan Los Angeles Rams. Pertandingan NFL dikenal rutin menyedot audiens televisi besar di Amerika Serikat, sehingga perhatian publik berpotensi terpecah.
Dampaknya ke strategi Partai Republik
Di atas kertas, Partai Republik berharap konvensi ini menghidupkan basis pemilih. Para penyelenggara ingin menonjolkan kebijakan imigrasi Trump dan pemotongan pajak untuk menjaga semangat pendukung menjelang pemilu sela November.
Juru bicara RNC, Natalie Baldassarre, mengatakan kepada Reuters, “President Trump turns out voters like no other candidate, and this convention will provide the momentum needed to expand our majorities in November.”
Namun isu yang muncul justru kebalikan dari pesan kampanye itu. Kalau tiket terasa terlalu mahal, tempat acara tak penuh, dan publik lebih memilih NFL, maka konvensi yang semestinya jadi ajang penguatan bisa berubah menjadi tes stres untuk mesin politik Trump. The Independent mengatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.
Di saat Trump masih mencatatkan tingkat persetujuan yang rendah dalam sejumlah jajak pendapat terbaru, acara di Dallas kini ikut dibaca sebagai ujian awal: apakah Partai Republik bisa menjual energi politik itu ke pemilih, atau justru harus menanggung biaya besar untuk panggung yang tak ramai ditonton.
Dan pertanyaan paling tajam masih menggantung. Di Dallas, partai ini ingin menampilkan kekuatan. Yang terdengar dari banyak operatif justru sebaliknya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.