Jumat, 11 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Cara Pakai ChatGPT agar Tidak Salah Ambil Keputusan Hidup

Seseorang menggunakan ChatGPT untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak
Menggunakan ChatGPT sebagai mitra diskusi jauh lebih efektif daripada memintanya menentukan pilihan hidup secara langsung. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Mengandalkan ChatGPT untuk memutuskan pilihan hidup kini menjadi fenomena yang makin lazim. Padahal, menyerahkan kendali keputusan kepada mesin justru berisiko membuat kita kehilangan kemampuan untuk memercayai penilaian diri sendiri.

Sebuah studi terbaru bertajuk Seeking Familiarity yang dirilis oleh aplikasi micro-learning Headway menunjukkan data yang cukup mengejutkan. Dari 2.000 orang dewasa yang disurvei, sekitar 46 persen mengaku pernah membiarkan AI mengambil keputusan sulit bagi mereka.

Sebanyak 35 persen bahkan secara alami beralih ke teknologi ini di tengah situasi penuh tekanan, sementara 21 persen lainnya merasa tidak bisa melewati satu minggu tanpa bantuan AI untuk menentukan tindakan.

Fenomena ini disebut oleh pihak Headway sebagai decisionrot. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana seseorang tidak lagi menggunakan AI untuk mengumpulkan informasi, melainkan sekadar menghindari rasa tidak nyaman saat harus memilih. Dengan kemudahan dan kepercayaan diri yang ditunjukkan chatbot dalam memberikan jawaban, jebakan ini menjadi sangat nyata bagi banyak orang.

Mengapa Mengandalkan AI Bisa Berbahaya?

Dr. Suzanne Degges-White, konselor berlisensi dan pakar hubungan di Headway, menyoroti adanya perbedaan mendasar antara mencari perspektif luar dengan menyerahkan proses pengambilan keputusan sepenuhnya. Menurutnya, kemampuan untuk mengelola ketidakpastian serta mengambil pilihan yang mengubah hidup adalah bagian dari proses melatih kepercayaan diri.

Survei tersebut juga mengungkap perbedaan perilaku antara gender. Sebanyak 53 persen pria cenderung menggunakan AI untuk menghindari keputusan sulit, sementara di sisi wanita angka ini berada di level 40 persen. Ketergantungan pada jawaban instan dari teknologi sering kali membuat orang melewatkan realitas bahwa saran yang diberikan bisa sangat dangkal.

Sebagai contoh, ketika seseorang bertanya kepada ChatGPT tentang rencana mengikuti kelas melukis, mesin tersebut mungkin dengan cepat memberi instruksi untuk mendaftar. Namun, saran itu sering kali bersifat generik—seperti menebak lewat lemparan koin—dan tidak mempertimbangkan anggaran, prioritas pribadi, atau tingkat kesabaran pengguna dalam mempelajari keterampilan baru.

Ubah Peran AI Menjadi Pelatih

Alih-alih membiarkan ChatGPT mendikte langkah yang harus diambil, ada cara yang jauh lebih efektif untuk memanfaatkan kemampuannya. Kuncinya terletak pada cara menyusun perintah atau prompt agar AI berperan sebagai pelatih, bukan pengambil keputusan.

Dengan memberikan instruksi yang lebih kompleks, seperti meminta AI untuk tidak membuat keputusan, menanyakan prioritas, serta menggali batasan pribadi, hasilnya akan jauh lebih baik.

Dalam simulasi tersebut, pengguna diminta untuk mengeksplorasi alasan mengapa mereka tertarik pada suatu hal, apakah itu untuk menambah relasi, mempelajari sesuatu yang baru, atau sekadar mencari kesibukan di luar rumah.

Proses ini membantu seseorang membedah opsi dengan lebih rasional. AI menjadi papan diskusi yang sabar, bukan sosok yang memberikan perintah. Dampaknya, pengguna bisa bekerja lebih cepat dalam mengambil kesimpulan tanpa harus kehilangan esensi dari proses berpikir itu sendiri.

Jika kita terus bergantung pada AI setiap kali muncul rasa tidak nyaman saat memutuskan sesuatu, kita mungkin mendapatkan rasa lega sesaat. Namun, kesempatan untuk mengasah keterampilan mengambil keputusan serta menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri akan hilang.

ChatGPT memang sangat berguna untuk memetakan opsi, namun keputusan akhir harus selalu tetap berada di tangan pemilik hidupnya sendiri.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 11 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis