ANTARA menyebut ketidaksesuaian data kesejahteraan dalam DTSEN dapat memengaruhi penetapan sasaran bantuan sosial. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi data bila desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jalur koreksi itu tersedia melalui aplikasi Cek Bansos, pemerintah desa atau kelurahan, serta layanan pengaduan melalui WhatsApp. Kemensos juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi warga lain yang dinilai sudah tidak layak menerima bantuan, tetapi masih tercatat sebagai penerima.
Untuk warga, ini bukan urusan kecil. Data yang keliru bisa membuat keluarga yang layak terlewat, sementara data yang belum berubah bisa terus dipakai sebagai dasar penyaluran. Karena itu, pengecekan desil lewat HP menjadi langkah awal yang praktis sebelum menempuh pembaruan data.
Hal yang sering keliru
Jangan salah memasukkan NIK. Data yang dicari harus sesuai dengan kependudukan di KTP, bukan nomor lain.
Captcha juga sering diabaikan. Padahal kode huruf itu wajib diisi sebelum hasil muncul.
Hasil desil jangan dibaca sebagai angka penghasilan. Kemensos menjelaskan desil menilai posisi kesejahteraan relatif, bukan nominal pendapatan.
Kalau data yang tampil tidak sesuai, jangan berhenti di pengecekan. Masih ada jalur usul atau sanggah yang disediakan untuk pembaruan data.
Ringkasan langkah
- Buka cekbansos.kemensos.go.id di HP.
- Siapkan NIK yang sesuai KTP.
- Isi captcha yang muncul.
- Tunggu hasil pencarian tampil.
- Baca data keluarga dan desil yang tercatat.
- Ajukan usul atau sanggah bila data tidak sesuai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.