Pemerintah Kanada resmi mengandalkan teknologi buatan lokal untuk memperkuat kemampuan intelijen militernya. Draganfly Inc., perusahaan pengembang drone asal Calgary, baru saja mengantongi kontrak eksklusif berdurasi lima tahun untuk menyuplai sistem pesawat tanpa awak atau Uncrewed Aircraft Systems (UAS) kepada Angkatan Bersenjata Kanada.
Kerja sama ini bukan sekadar transaksi jual-beli biasa. Pemerintah Kanada memesan 100 unit drone khusus untuk kebutuhan intelijen, pengawasan, dan pengintaian atau Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR). Paket pengadaan ini sudah lengkap, mulai dari stasiun kontrol darat, sensor, tautan data, suku cadang, hingga modul pelatihan bagi para tentara di lapangan.
Skala Besar di Balik Kontrak Awal
Meskipun pesanan awal tercatat 100 unit, ada potensi besar yang tersimpan dalam perjanjian tersebut. Draganfly diberi lampu hijau untuk memenuhi pesanan hingga 4.900 unit tambahan selama durasi kontrak lima tahun. Jika militer Kanada memutuskan untuk mengambil seluruh opsi tersebut, total armada yang dikirimkan bakal mencapai 5.000 drone.
Bicara soal angka, nilai untuk opsi 4.900 unit tambahan tersebut ditaksir mencapai C$24,25 juta. Namun, eksekusi untuk penambahan unit ini tidak otomatis. Pemerintah Kanada tetap memegang kendali penuh atas kebijakan pemesanan tersebut dan memerlukan otorisasi tertulis atau amandemen kontrak resmi agar pengiriman bisa dilakukan secara bertahap.
Pihak Draganfly sendiri menutup rapat berapa harga per unit untuk pengiriman awal 100 drone tersebut. Mereka menyebutnya sebagai rahasia komersial. Yang pasti, sistem drone yang mereka tawarkan dirancang khusus agar berbiaya rendah, namun tetap tangguh untuk medan tempur yang keras.
Dukungan Penuh di Lapangan
Kontrak ini juga mencakup komitmen panjang dalam hal operasional. Draganfly tidak hanya mengirim barang lalu lepas tangan. Mereka harus menyediakan program pelatihan mendalam bagi personel Angkatan Bersenjata Kanada. Dukungan teknis juga menjadi poin vital, mencakup pemeliharaan rutin, penyediaan suku cadang, hingga pembaruan perangkat lunak serta firmware secara berkelanjutan.
Cameron Chell, Presiden sekaligus CEO Draganfly, menyambut langkah ini sebagai loncatan besar bagi perusahaan. Menurutnya, ini menjadi kesempatan bagi Draganfly untuk membuktikan bahwa teknologi mereka mampu beradaptasi dengan kebutuhan operasional militer yang sangat dinamis. “Sistem ini dirancang untuk digunakan, didukung, dan dikembangkan sesuai kebutuhan nyata di lapangan,” kata Chell.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.