Sabtu, 12 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Vietnam-Prancis Perkuat Kemitraan Strategis, Lam Kunjungi Paris

Bendera Vietnam dan Prancis berdampingan saat kunjungan resmi diplomatis pejabat tinggi negara
Pernyataan bersama Vietnam-Prancis menandai penguatan kemitraan strategis komprehensif kedua negara (Ilustrasi: VNExpress). (Ilustrasi: AI)

Paris mendadak jadi panggung krusial bagi diplomasi Vietnam. Sekretaris Jenderal Partai Komunis sekaligus Presiden Vietnam, Tô Lâm, mendarat di ibu kota Prancis atas undangan langsung Presiden Emmanuel Macron. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Keduanya meneken pernyataan bersama yang resmi menaikkan derajat kerja sama bilateral mereka ke level kemitraan strategis komprehensif.

Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Hanoi dan Paris berniat melangkah lebih jauh. Mereka tak ingin lagi sekadar mitra dagang biasa. Fokusnya kini menyasar sektor-sektor masa depan, dari inovasi teknologi, perdagangan, hingga eksplorasi ruang angkasa yang menjadi agenda utama dalam kunjungan Tô Lâm di Puncak Ruang Angkasa Internasional.

Eskalasi Diplomasi di Luar Angkasa

Hadirnya Tô Lâm dalam ajang prestisius soal luar angkasa bukan kebetulan. Ini strategi. Vietnam ingin menunjukkan tajinya di panggung global sebagai pemain yang melek teknologi. Bagi Prancis, menggandeng Vietnam berarti memperkuat pijakan di Asia Tenggara, kawasan yang kian panas dan strategis bagi ekonomi Eropa. Macron paham betul, pengaruh di Asia harus segera dikunci lewat aliansi yang konkret.

Kemitraan strategis ini mencakup rentang kerja sama yang luas. Ekonomi jadi penggerak utama, tapi teknologi menjadi bensinnya. Sektor pendidikan dan investasi pun masuk dalam daftar belanja kolaborasi yang bakal digarap lebih serius. Bukan rahasia lagi jika perusahaan-perusahaan Prancis memang sudah lama mengincar pasar Vietnam yang tumbuh dinamis.

Hubungan dua negara ini sebenarnya punya sejarah panjang. Namun, fase yang sekarang terasa berbeda. Ada urgensi untuk beradaptasi dengan tantangan dunia yang makin tak menentu. Baik Paris maupun Hanoi merasa perlu berbagi beban, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Pasifik yang jadi rebutan kekuatan besar dunia.

Dialog kedua pemimpin di Paris juga menyentuh isu-isu regional yang pelik. Upaya pemeliharaan perdamaian di Asia Tenggara menjadi topik yang tak bisa ditawar. Vietnam, dengan posisi geografisnya yang vital, dipandang sebagai mitra kunci untuk meredam tensi di kawasan. Prancis, di sisi lain, membawa misi menjaga pengaruh Eropa tetap relevan di tengah pergeseran poros kekuatan global ke arah Timur.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 12 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online