Senin, 14 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Etnis Tionghoa dan Perannya dalam Sejarah Indonesia

Rumah bersejarah Djiaw Kie Siong di Rengasdengklok tempat perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Rumah Djiaw Kie Siong di Rengasdengklok yang menjadi lokasi perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kini berstatus cagar budaya tingkat nasional. (Ilustrasi: Unsplash). (Ilustrasi: AI)

Dinding kayu tua di Rengasdengklok itu menyimpan rahasia besar bangsa. Bukan sekadar bangunan, rumah milik Djiaw Kie Siong menjadi saksi bisu saat Sukarno dan Hatta dipaksa memikirkan nasib negeri ini jauh dari jangkauan militer Jepang.

Anggota DPR RI Komisi IV, Daniel Johan, menegaskan bahwa peran etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Jauh sebelum kemerdekaan diproklamirkan, mereka sudah melebur dalam denyut nadi perjuangan nasional. Baginya, kontribusi ini adalah bukti otentik bahwa fondasi Indonesia berdiri kokoh di atas persatuan yang melampaui sekat-sekat suku, etnis, maupun agama.

Daniel menyebut sumbangsih komunitas Tionghoa merentang panjang. Dari perlawanan fisik di masa perjuangan, geliat ekonomi, hingga pengabdian di dunia pendidikan dan kebudayaan nasional. “Sejarah itu harus terus dirawat agar tidak hilang dari ingatan generasi penerus,” ujar Daniel, Minggu (13/9/2026).

Saksi dari Rengasdengklok

Nama Djiaw Kie Siong barangkali tidak sepopuler pahlawan nasional lainnya di buku teks sekolah. Ia hanyalah seorang warga biasa. Sehari-hari, ia memeras keringat sebagai petani dan pedagang bambu di Rengasdengklok. Namun, di balik kesederhanaan profesinya, ia adalah sosok yang dituakan dan dihormati di lingkungannya.

Rumah miliknya memiliki ukuran yang cukup besar pada zamannya. Lokasinya yang terpencil menjadi nilai tambah. Tatkala para pemuda membawa Sukarno dan Hatta untuk menjauh dari Jakarta, rumah Kie Siong dipilih sebagai tempat persembunyian yang aman. Strategis. Jauh dari patroli tentara Jepang yang saat itu masih mencengkeram ibu kota.

Di ruang tamu rumah itulah, diskusi panas tentang masa depan bangsa pecah. Sukarno dan Hatta berdialog dengan para pemuda, merumuskan kalimat-kalimat sakral dalam naskah Proklamasi. Momen itu terjadi tepat sebelum rombongan kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945.

Tanpa keramahan Kie Siong yang bersedia membuka pintu rumahnya bagi “tahanan” politik kala itu, sejarah proklamasi mungkin punya alur yang jauh berbeda.

Merawat Ingatan Kolektif

Perjalanan naskah itu berlanjut ke Jakarta. Karena mesin tik tidak tersedia di Rengasdengklok, perumusan itu harus dituntaskan secara formal di kediaman Laksamana Maeda sebelum dibacakan keesokan harinya, 17 Agustus 1945. Pengetikan ulang tersebut menjadi langkah krusial yang mengantarkan Indonesia pada pintu gerbang kemerdekaan.

Kini, jejak fisik peristiwa itu masih terjaga utuh. Keturunan Djiaw Kie Siong masih memegang amanah untuk merawat rumah tersebut dengan penuh dedikasi. Pemerintah pun telah menetapkan bangunan bersejarah ini sebagai cagar budaya tingkat nasional. Meskipun status kepemilikannya tetap berada di tangan keluarga, peran mereka dalam melestarikan memori bangsa patut mendapat perhatian khusus.

Rumah ini tidak hanya menyimpan tiang kayu atau lantai ubin yang dingin. Ada napas nasionalisme di dalamnya. Komitmen keluarga Kie Siong untuk mempertahankan bangunan tersebut mencerminkan sikap komunitas Tionghoa yang terlibat aktif menjaga memori kolektif Indonesia.

Mereka membuktikan bahwa keterlibatan dalam sejarah bukan sekadar momen yang lewat begitu saja, tetapi komitmen jangka panjang untuk menjaga bangsa tetap berpijak pada akar sejarahnya.

Narasi tentang keterlibatan etnis Tionghoa dalam pembangunan Indonesia terus bergulir. Baik yang muncul di permukaan sebagai tokoh besar, maupun mereka yang bekerja di balik layar seperti Kie Siong, semuanya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lembar sejarah tanah air yang terus ditulis setiap harinya.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 14 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online