Minggu, 13 September 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Tottenham Hotspur Krisis: Masih Puasa Gol di Premier League 2026

Pemain Tottenham Hotspur saat menjalani laga Premier League musim 2026
Skuad Tottenham Hotspur menghadapi tantangan berat di awal musim Premier League 2026/2027. (Ilustrasi: AI)

Lampu-lampu stadion di London Utara meredup, menyisakan keresahan mendalam bagi para pendukung Tottenham Hotspur. Hingga empat pekan berjalan di Premier League 2026/2027, klub kesayangan mereka belum juga merobek jala lawan. Nol gol. Statistik ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan rekor terburuk sepanjang sejarah Spurs di kompetisi kasta tertinggi Inggris.

Kemandulan akut ini mencapai titik nadir saat mereka dipaksa bermain imbang kacamata melawan Everton. Sebelumnya, nasib serupa mereka alami kala bersua Nottingham Forest. Lebih parah lagi, dalam laga kontra Forest, para pemain Spurs bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Bola seolah enggan bersarang di gawang lawan, meninggalkan rasa frustrasi yang menjalar dari bangku pemain hingga ke tribun penonton.

Tekanan Besar di Balik Investasi Jumbo

Suasana di South Stand berubah mencekam. Sorakan bernada sinis pecah saat Mateus Fernandes akhirnya melepas tembakan tepat sasaran di awal babak kedua melawan Everton. Bukan dukungan meriah yang terdengar, melainkan cemoohan tipis yang menyiratkan kekecewaan.

Suporter sadar betul, mereka menaruh harapan tinggi setelah manajemen merogoh kocek hingga £300 juta untuk merombak total skuad musim panas ini.

Dana masif tersebut seharusnya mengubah Spurs menjadi predator menakutkan di depan gawang. Kenyataannya, justru kebuntuan yang mereka tuai. Spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan kini mulai berembus kencang di lorong-lorong stadion.

Bagaimana mungkin tim dengan anggaran belanja selangit justru terjebak dalam paceklik gol yang berkepanjangan? Pertanyaan ini terus menghantui setiap sesi latihan tim.

Manajemen klub kini berada dalam posisi yang sangat sulit. Mereka telah memberikan segala instrumen yang diminta oleh staf pelatih, mulai dari pemain bintang hingga kedalaman skuad yang mumpuni. Tapi, lapangan hijau tidak berbohong. Tanpa gol, tidak ada poin maksimal. Tanpa kemenangan, tekanan dari fans yang membayar harga tiket mahal akan terus meningkat dari pekan ke pekan.

Tren Negatif Liga dan Ujian Keberuntungan

Nasib buruk tidak hanya menaungi Tottenham. Di sisi lain Inggris, Bournemouth juga tengah menjilat luka, meski dengan persoalan yang berbeda. Mereka kerap unggul lebih dulu di empat laga pembuka musim ini, namun selalu gagal mengunci kemenangan. Data dari Skysports menempatkan mereka sebagai tim paling boros dalam menjaga keunggulan sejak awal musim lalu.

Kisah getir Bournemouth tampak nyata saat mereka ditahan imbang 2-2 oleh Brentford. Dua gol Kevin Schade menghancurkan skema permainan yang disusun Marco Rose. Hingga hari ini, Rose masih memburu kemenangan perdana yang terasa begitu jauh dari jangkauan. Liga Inggris musim ini memang tampak kejam bagi pelatih-pelatih yang tidak segera menemukan formula kemenangan.

Untuk Tottenham, waktu bukan lagi sahabat. Setiap detik yang terbuang tanpa gol hanya akan menumpuk beban mental bagi para pemain penyerang. Mereka butuh satu gol pembuka untuk mencairkan sumbatan yang ada.

Jika ketajaman lini depan tidak segera ditemukan, bukan tidak mungkin Spurs akan semakin terjerembap ke papan bawah klasemen, menjauh dari zona Eropa yang seharusnya menjadi target realistis klub.

Evaluasi menyeluruh menjadi harga mati. Pemain-pemain baru yang didatangkan dengan harga mahal harus segera membuktikan diri. Ujian sesungguhnya akan datang pada pekan-pekan berikutnya di mana jadwal pertandingan dipastikan tidak akan melunak.

Spurs butuh keberanian, ketenangan, dan tentu saja, kemampuan untuk menaklukkan kiper lawan sebelum seluruh musim ini benar-benar hilang dari genggaman mereka lebih cepat dari dugaan siapa pun.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda