Senin, 14 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

PT Rimba Lazuardi taja pelatihan dan pembentukan MPA di Inhu

Pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) oleh PT Rimba Lazuardi di Balai Desa Peladangan, Indragiri Hulu, Jumat 11 September
PT Rimba Lazuardi menggelar pelatihan pembentukan Masyarakat Peduli Api di Desa Peladangan untuk meningkatkan kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan. (. (Ilustrasi: AI)

Warga Desa Peladangan di Kecamatan Batang Pranap, Indragiri Hulu, kini punya garda depan baru untuk melawan ancaman api. Jumat (11/9) lalu, PT Rimba Lazuardi turun langsung ke desa tersebut untuk meresmikan pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sekaligus membekali mereka dengan pelatihan teknis penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Kawasan Inhu memang kerap menjadi langganan titik api setiap musim kemarau tiba. Kondisi ini bukan cuma soal lingkungan, tapi juga soal napas warga yang sesak gara-gara kabut asap, belum lagi ancaman bagi lahan pertanian yang menjadi sandaran ekonomi keluarga. Kehadiran MPA di tingkat tapak menjadi harapan agar api tidak membesar sebelum sempat meluas.

Belajar Padamkan Api di Balai Desa

Suasana Balai Desa Peladangan hari itu berbeda dari biasanya. Puluhan warga berkumpul, duduk melingkar, menyimak instruktur dari perusahaan yang memaparkan prosedur darurat. Mereka tak hanya diajari cara memakai alat pemadam, tapi juga cara membaca gejala alam sebelum api mengamuk.

Kepala Desa Peladangan, Septian Eko Prastiyo, mengaku lega. Baginya, keterlibatan perusahaan bukan sekadar seremoni formalitas. Ia melihat adanya kebutuhan nyata untuk mendidik warga agar tidak gagap saat situasi genting terjadi di ladang atau area hutan di sekitar pemukiman mereka.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Warga di sini yang paling merasakan dampak kalau ada asap. Dengan adanya MPA yang terlatih, kami punya sistem peringatan dini yang lebih tangguh,” ujar Septian di sela-sela kegiatan.

Investasi untuk Keamanan Bersama

Bagi PT Rimba Lazuardi, langkah ini adalah wujud nyata komitmen tanggung jawab sosial mereka. Mereka tidak lagi hanya memikirkan target operasional, tapi juga keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar area konsesi. Mencegah api lebih murah dan efektif ketimbang harus berjibaku memadamkan api yang sudah melahap hektaran lahan.

Pelatihan tersebut mencakup identifikasi dini potensi kebakaran, teknik penyekatan lahan, hingga standar komunikasi darurat. Anggota MPA yang terbentuk diharapkan mampu bergerak cepat, menjadi penghubung pertama antara warga dan tim pemadam perusahaan saat asap mulai terlihat di cakrawala.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 14 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online