Kekuatan personel pun dibagi rata. Sebanyak 325 orang fokus bertugas membelah ombak di laut, sementara 322 personel lainnya berjaga di posko darat, siap merespons setiap temuan di sepanjang pesisir. Unsur yang terlibat tidak hanya Basarnas, tapi juga kekuatan TNI AL dan Polri yang ikut serta dalam misi kemanusiaan ini.
Belum Ada Tanda Kehidupan
Sebelum mengarahkan pandangan ke sepanjang Anyer dan Carita, tim SAR sejatinya telah menyisir pulau-pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pulau Sebesi, Pulau Sertung, Rakata, hingga Pulau Panjang sudah didatangi. Sayangnya, tidak ada satupun temuan yang berarti di sana. Hasil nihil di pulau-pulau tersebut memicu kecemasan baru di kalangan keluarga yang menunggu di posko.
Kondisi laut yang tidak bisa diprediksi, atau istilahnya volatile, membuat tantangan di hari kedelapan ini terasa jauh lebih berat dibanding hari-hari sebelumnya. Arus laut di sekitar Selat Sunda terkenal kuat dan bisa membawa benda mengapung ke arah yang sulit ditebak. Basarnas sejauh ini masih menaruh harapan besar pada penyisiran darat yang baru saja dimulai.
Harapan publik kini tertumpu pada temuan sekecil apapun di sepanjang garis pantai tersebut. Fokus utama tim masih pada pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas gunung berapi legendaris itu. Hingga sore tadi, belum ada tanda-tanda kehadiran kapal atau sisa-sisa material yang bisa membantu tim mempersempit area pencarian yang terlampau luas tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.