Langit Jawa Timur kini berselimut asap tebal seiring masifnya kebakaran hutan dan lahan yang melanda 14 kawasan gunung. Hingga Selasa (15/9), tim gabungan masih berjibaku memadamkan titik api di lima gunung yang kondisinya paling mengkhawatirkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, eskalasi kebakaran ini menuntut pengerahan sumber daya besar di berbagai daerah. Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim, Muhammad Amrul, membenarkan bahwa pertempuran melawan api di tiap lokasi memiliki tantangan yang berbeda-beda, mulai dari akses jalan yang ekstrem hingga kondisi vegetasi yang kering kerontang.
Upaya Penjinakan di Puncak Semeru dan Bromo
Kawasan pegunungan ikonik seperti Gunung Bromo dan Gunung Semeru sempat dikepung kobaran api. Sedikitnya 200 hektare lahan hangus terbakar di sana. Kabar baiknya, pantauan citra satelit terkini menunjukkan api mulai menunjukkan tanda-tanda padam. Meski begitu, personel di lapangan enggan bersantai.
Mereka terus melakukan penyisiran dan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berisiko memicu kebakaran susulan.
Operasi udara juga sudah disiapkan sebagai cadangan. Menurut Amrul, helikopter PK-DAP telah disiagakan untuk memantau situasi dari ketinggian. “Helikopter PK-DAP akan melakukan observasi jika kondisi memungkinkan, kita akan laksanakan water bombing,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/9).
Medan Terjal di Argopuro
Situasi berbeda dan lebih menantang terjadi di Gunung Argopuro. Luas area yang terbakar di kawasan ini jauh lebih besar, mencapai 488 hektare. Medan yang curam membuat petugas sulit mencapai titik api secara langsung, memaksa tim untuk mencari cara alternatif agar api tidak semakin meluas.
Pada 12 September lalu, kepulan asap tebal terlihat jelas dari kejauhan. Tim gabungan kemudian mengalihkan fokus pemantauan ke Gunung Gilap karena akses ke lereng tempat titik api berada benar-benar tertutup bagi manusia. Saat ini, kabut tebal menyelimuti lokasi tersebut, menyulitkan tim untuk memastikan status api secara visual. Namun, pemantauan terus dilakukan tanpa jeda.
Pantauan Ketat di Kawasan Blitar dan Malang
Selain lokasi di atas, kawasan Gunung Kawinajang di Blitar dan Gunung Buthak di Malang juga menjadi perhatian utama. Total lahan yang terdampak di kedua area tersebut diperkirakan mencapai 800 hektare. Titik api terpantau berada di wilayah Savana Gunung Buthak, tepatnya di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, serta sisi selatan Gunung Kawinajang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.