Keuntungan finansial juga dialami. Biaya bensin berkurang, dan dia menghindari larangan ganjil-genap serta kemacetan. Andri menilai Rp 5.000 sebanding dengan infrastruktur kompleks LRT dan manfaat yang didapat. “Rp 5 ribu cukup fair karena ini kereta ya, infrastrukturnya lebih kompleks dan untuk saya sendiri masih masuk jangkauan lah dengan benefit yang didapat cukup banyak,” katanya.
Namun, Andri menemukan satu hambatan: koneksi dari Manggarai belum optimal. Dari Stasiun LRT Jakarta Manggarai ke Stasiun KRL Manggarai membutuhkan jalan kaki sekitar 7 menit (±600 meter). Dia berharap Stasiun Proklamasi cepat beroperasi agar bisa langsung terhubung ke Transjakarta koridor pilihannya—terutama Koridor 5M.
Akses Integrasi Masih Berjalan Kaki
Penumpang yang melanjutkan ke KRL Commuter Line harus keluar dari Stasiun LRT Jakarta Manggarai, mengikuti akses keluar, lalu berjalan menuju Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi belakang stasiun. Setelah itu, papan petunjuk memandu ke halte Transjakarta atau Stasiun KRL Manggarai.
Dari pintu LRT hingga KRL, total waktu berjalan mencapai 7 menit—waktu yang masih dianggap reasonable oleh sebagian pengguna karena tidak ada alternatif lebih cepat saat ini.
Rute Kelapa Gading-Manggarai mencerminkan komitmen pemerintah mengintegrasikan transportasi publik dan mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi.
Bagi pengguna seperti Sissy, Helen, dan Andri, keputusan menaiki LRT bukan sekadar soal harga—melainkan waktu, kepastian, dan kenyamanan yang jarang ditemukan di jalanan Jakarta yang sering macet. Stasiun Proklamasi yang masih menunggu peluncuran akan menjadi penambah daya tarik rute ini ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.