JAKARTA — Rute LRT Jakarta yang baru diperpanjang dari Kelapa Gading hingga Manggarai langsung menarik minat pengguna. Sehari setelah diresmikan pada Rabu (16/9), penumpang mulai mencicipi perjalanan yang menjanjikan waktu tempuh lebih pasti tanpa terjebak kemacetan.
Perjalanan dari Stasiun Kelapa Gading hingga Stasiun Manggarai memakan waktu sekitar 26 menit—dimulai pukul 07.15 WIB dan tiba pada 07.41 WIB. Jarak ini normalnya dipenuhi kemacetan jika ditempuh dengan kendaraan pribadi atau bus.
Saat perjalanan pada Kamis (17/9) pagi, suasana di dalam rangkaian LRT masih relatif sepi di awal rute. Namun, saat memasuki Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall dan Velodrome, penumpang mulai bertambah. Pola ini menunjukkan rute baru sudah direkomendasikan dari mulut ke mulut di kalangan pengguna transportasi umum.
Mobilitas yang Lebih Andal
Sissy, salah satu penumpang pertama, baru kali ini mencoba LRT hingga Manggarai. Tinggal dekat Stasiun Kelapa Gading dan bekerja di Jakarta Selatan, dia memilih LRT daripada Transjakarta. “Biasanya naik Transjakarta, cuma kalau TJ ada traffic-nya, terganggu juga kalau lagi macet, jadi pengen coba yang kalau LRT lebih pasti jamnya,” katanya kepada kumparan.
Meski tarif masih dalam masa sosialisasi (Rp 8), Sissy menilai tarif sementara Rp 5.000 masih terjangkau. Dia bahkan berharap tarif itu tetap berlaku untuk semua rute. “Sebenarnya kalau bisa keep Rp 5 ribu flat itu masih oke banget sih menurut aku,” ujarnya.
Helen juga mengalami pengalaman serupa. Sebelumnya, dia selalu turun di Stasiun Velodrome dan melanjutkan dengan ojek daring karena kantor berada dekat Manggarai. “Happy ya, karena kan kantor deket sini. Jadi bisa lebih cepet, biasanya kan macet-macetan nih kalau mau ke sini,” terangnya.
Dia merencanakan perjalanan rutin dari rumah di Pulomas menggunakan LRT ke kantor setiap hari. Soal tarif, Helen menganggap Rp 5.000 fair untuk perjalanan sejauh ini.
Hemat Bensin dan Ganjil-Genap
Andri, penumpang lain, sebenarnya bertujuan ke Stasiun Proklamasi—yang masih belum beroperasi. Dia memilih LRT dibanding mobil atau sepeda motor. “Naik motor kan jelas kena macet, mobil kena gage (ganjil-genap) juga. Kalau ini alhamdulilahnya secara waktu pun masih masuk untuk saya berangkat dari rumah ke kantor,” tutur Andri.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.