Kamis, 17 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Perhutani tutup jalur pendakian Gunung Lawu karena kebakaran hutan

Lereng Gunung Lawu dengan bekas kebakaran hutan dan sekat bakar buatan Perhutani untuk mencegah api merambat
Tim gabungan Perhutani, BPBD, dan TNI-Polri melakukan penanganan kebakaran di lereng Gunung Lawu yang merambat ke Kabupaten Ngawi. Petugas membuat sekat bakar untuk mengantisipasi perambatan api. (. (Ilustrasi: AI)

Gunung Lawu kini tertutup rapat bagi para pendaki. Perhutani resmi menutup seluruh jalur pendakian via Cemoro Sewu setelah api mengamuk melahap kawasan hutan sejak Senin, 14 September 2026. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Nyawa pendaki dipertaruhkan di tengah kepulan asap yang belum juga reda sepenuhnya.

Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba naik ke puncak saat ini. Penutupan berlaku hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Fokus utama tim di lapangan adalah pemadaman total dan memastikan tidak ada lagi titik api yang bersembunyi di balik semak kering.

Titik api pertama kali muncul di petak 50+A RPH Bedagung, wilayah Panekan, Magetan. Dalam hitungan jam, api menari-nari melalap vegetasi kering. Sekitar 9 hektare hutan di lereng Magetan hangus terbakar. Meski pada Rabu pagi, 16 September, pukul 09.12 WIB api di sisi Magetan dinyatakan padam, ancaman justru berpindah ke wilayah Ngawi.

Pertaruhan di Perbatasan Ngawi

Kondisi di lapangan masih sangat mencekam. Angin kencang yang bertiup di ketinggian membuat api dengan mudah melompat dari satu pohon ke pohon lain. Kini, api telah merambat masuk ke kawasan hutan di Kabupaten Ngawi, tepatnya di Petak 41 dan Petak 42D. Perhutani tidak mau kecolongan lagi.

Tim gabungan dari Perhutani, BPBD, TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api bergegas menuju lokasi. Mereka bekerja keras di medan yang terjal dan sulit dijangkau. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pembuatan ilaran, atau sekat bakar, sepanjang 1,5 kilometer. Ilaran ini membentang di jalur perbatasan, memisahkan wilayah yang terbakar dengan area yang masih aman.

Pekerjaan fisik ini dilakukan mulai dari Petak 51A dengan 56A-2 hingga ke Petak 51A dengan 56A-1. Titik jalur dari Watu Gede hingga Racekangin dijaga ketat agar api dari arah Ngawi tidak kembali menyeberang masuk ke hutan wilayah Magetan. Para petugas bertaruh tenaga di bawah terik matahari, menyekat jalur agar laju si jago merah bisa terhenti.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 17 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online