BANDA ACEH — Suheri, 64 tahun, warga Desa Pondok Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok, masih dinyatakan hilang setelah sampan yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak besar di perairan Kabupaten Aceh Jaya, Rabu siang. Didi Satria, temannya yang juga penumpang, berhasil selamat dan mencapai bibir pantai.
Kedua pria itu berangkat memancing sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan sampan menuju perairan Subang, Kecamatan Indra Jaya. Pukul 14.00 WIB, sampan mereka dihantam ombak besar akibat cuaca buruk hingga terbalik, dan keduanya terlempar ke laut.
Kondisi Darurat di Laut
Didi Satria, 42, seorang nelayan asal Desa Punge Blang Cut Kota Banda Aceh, berhasil berenang ke darat meski dalam kondisi sulit. Suheri, seorang karyawan swasta, belum ditemukan hingga waktu pelaporan.
Menurut Irma Hanum, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, pencarian korban dilakukan oleh nelayan dan masyarakat setempat. “Koordinasi dengan Tim SAR/Basarnas Banda Aceh juga telah dilakukan untuk mendukung operasi pencarian,” katanya saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini terjadi ketika cuaca di perairan Aceh Jaya sedang buruk dengan ombak yang tinggi. Meski peringatan dini cuaca ekstrem mungkin telah dikeluarkan, kedua pria ini tampaknya tidak menyadari intensitas gelombang yang akan mereka hadapi.
Kehidupan Mereka di Aceh Jaya
Suheri dan Didi bukan penduduk asli Aceh Jaya. Sejak dua bulan terakhir, keduanya berdomisili di kawasan Cenamprong, Kecamatan Indra Jaya, dengan menyewa rumah di sana. Alasan mereka pindah sementara ke daerah itu tidak terungkap jelas, namun rutinitas memancing mereka menunjukkan mereka sudah cukup beradaptasi dengan kehidupan maritim lokal.
Hilangnya Suheri adalah peristiwa yang menyedihkan bagi keluarganya di Depok. Masyarakat lokal turut tergugah karena peristiwa serupa menunjukkan betapa berbahayanya laut saat cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang tidak berpengalaman atau meremehkan kondisi alam.
Pencarian Berlanjut
Tim pencarian terus berupaya menemukan Suheri. Basarnas Banda Aceh telah dikoordinasikan untuk menerjunkan petugas profesional dalam operasi SAR (Search and Rescue) yang lebih terstruktur. Nelayan lokal dan warga juga tetap waspada untuk segera memberikan laporan bila menemukan tanda-tanda atau barang milik korban di sekitar pantai.
Insiden ini mengingatkan pentingnya peringatan cuaca dan protokol keselamatan saat melaut, terutama di musim dengan gelombang tinggi. Banyak nelayan berpengalaman selalu memantau ramalan cuaca sebelum berangkat, namun tidak semua orang yang menjemari di laut memiliki akses atau kesadaran yang sama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.