WASHINGTON, JOURNALARTA.COM – Federal Reserve (The Fed) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4,00% pada Rabu dini hari, 17 September 2026 WIB. Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) ini diambil secara bulat dan menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak tahun 2023.
Kenaikan suku bunga ini dipimpin oleh Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang menggantikan Jerome Powell sejak Mei lalu. Keputusan ini dinilai penting untuk mengembalikan inflasi ke target 2% The Fed setelah melonjak akibat perang dengan Iran dan penerapan tarif.
FOMC Sepakat Kenaikan Suku Bunga
Pejabat FOMC secara bulat menyetujui untuk menaikkan target suku bunga dana federal sebesar seperempat poin persentase. Tidak ada anggota komite yang menentang keputusan ini, menunjukkan konsensus yang lebih besar setelah sebelumnya muncul perbedaan pandangan.
Keputusan tersebut dirilis pukul 01:06 WIB, Rabu dini hari 17 September 2026. Ketua The Fed Kevin Warsh tampil meyakinkan dalam pidato publiknya, yang disebut sebagai penampilan terbaiknya sejak menjabat. Menurut pernyataan FOMC, kenaikan suku bunga ini akan mendukung pengembalian inflasi yang lebih tepat waktu ke target 2%.
Inflasi di Amerika Serikat melonjak tajam tahun ini setelah pecahnya perang dengan Iran, ditambah efek tarif yang terus-menerus. Inflasi telah bertahan di level tinggi selama lebih dari lima tahun terakhir, menjadi salah satu pendorong utama keputusan kenaikan suku bunga.
Dot Plot Sinyalkan Kenaikan Lebih Lanjut
Proyeksi suku bunga dari 18 anggota komite (dot plot) menunjukkan bahwa sebagian besar melihat adanya ruang untuk kenaikan lebih lanjut. Dua anggota memproyeksikan suku bunga akan tetap di kisaran 3,75%-4,00%.
Sebanyak 12 anggota melihat ruang untuk satu kenaikan seperempat poin lagi, membawa suku bunga ke 4,00%-4,25% pada akhir tahun 2026. Goldman Sachs bahkan memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi pada Oktober mendatang. Sementara itu, empat anggota memproyeksikan dua kenaikan lagi atau 50 bps.
Pasar berjangka mengindikasikan peluang 50% bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan kedua secepatnya bulan depan. Total tiga kali kenaikan suku bunga telah diperkirakan dalam siklus pengetatan ini. Adapun, median proyeksi inflasi untuk tahun 2026 turun menjadi 2,6% dari sebelumnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.