Sempat Alami Gangguan Global
Sebelum pembaruan ini, Telegram sempat mengalami gangguan global. Pada Selasa, 8 September 2026, pukul 09.46 WIB, lebih dari 1.000 laporan masuk ke Downdetector dari pengguna yang tidak bisa login atau mengirim pesan. Gangguan serupa juga terjadi di Singapura dengan hampir 4.000 laporan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Telegram mengenai penyebab insiden tersebut.
Telegram Berisiko Tinggi Bagi Anak di Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia menempatkan Telegram dalam kategori platform berisiko tinggi bagi anak. Hal itu diumumkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Senin (15/9/2026).
Penilaian tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang mulai berlaku sejak 28 Maret 2026.
“Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun atau tidak aman bagi anak,” tegas Meutya Hafid. “Artinya, Telegram wajib menerapkan verifikasi usia dan tidak boleh memberikan akses ke anak di bawah 16 tahun di Indonesia, sesuai PP Tunas yang berlaku mulai 28 Maret 2026.”
Hingga 6 September 2026, dari 252 layanan yang dinilai oleh Komdigi, 22 di antaranya masuk kategori berisiko tinggi. Daftar ini mencakup Telegram, Pinterest, Lazada, X, Discord, YouTube, SnackVideo, serta beberapa game populer seperti Valorant dan Mobile Legends.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.